Hyrox: Olahraga dari Jerman yang Menjadi Fenomena Kebugaran Dunia

- Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:26 WIB
Hyrox: Olahraga dari Jerman yang Menjadi Fenomena Kebugaran Dunia

Dalam beberapa tahun terakhir, mungkin tidak ada olahraga lain yang mengalami lonjakan popularitas sebesar Hyrox. Berawal dari ide pada 2017, Hyrox telah berkembang menjadi salah satu gerakan kebugaran dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Format ini digagas oleh penyelenggara acara Christian Toetzke, pakar komunikasi Michael Trautmann, dan Moritz Fürste, mantan atlet hoki lapangan Jerman peraih medali emas Olimpiade 2008 dan 2012. Ide dasarnya sederhana: menggabungkan atmosfer perlombaan lari dengan intensitas latihan kekuatan fungsional yang akrab di gym. Peserta harus melewati delapan stasiun latihan yang diselingi delapan kali lari sejauh satu kilometer.

"Orang senang menantang diri sendiri atau berkompetisi dengan orang lain, mengikuti perlombaan, dan melawan rasa ragu dalam diri mereka," kata Fürste kepada DW. Aktivitas semacam ini sebenarnya sudah banyak dilakukan orang, tetapi Hyrox mengubahnya menjadi format kompetisi yang terstandar.

Tujuan baru

Untuk mengembangkan konsepnya, para pendiri Hyrox menganalisis peta olahraga global dan menemukan celah yang belum banyak terisi. "Sebagian besar olahraga, seperti tenis, sepak bola, atau olahraga beregu, sudah memiliki aturan dan format yang jelas," ujar Fürste. "Namun, satu bagian dari dunia olahraga yang belum memiliki format kompetisi adalah aktivitas di gym. Kami ingin memberi orang-orang ini tujuan untuk berlatih, selain sekadar menjaga kesehatan atau membentuk tubuh."

Hyrox bukan satu-satunya upaya menjadikan latihan gym sebagai kompetisi. CrossFit, yang mulai berkembang pada 2007, mungkin menjadi pesaing paling dikenal dengan latihan yang berubah setiap hari dan mencakup angkat beban Olimpiade serta senam. Sementara itu, format Hyrox selalu sama dan lebih fokus pada pengembangan kebugaran fungsional. Kompetisi yang paling mirip adalah DEKA Fit, tetapi jangkauannya masih terbatas karena lebih berfokus pada jaringan gym afiliasi di Amerika Serikat.

Bagi Fürste, ukuran keberhasilan Hyrox terlihat setelah perlombaan berakhir. "Tidak ada orang yang menyelesaikan perlombaan dengan sisa tenaga. Semua benar-benar kelelahan. Tetapi setelah itu, semua orang berpikir untuk menjadi lebih cepat di perlombaan berikutnya," katanya. Format yang terstandar juga membuat hasil perlombaan dapat dibandingkan di berbagai negara, baik di Hamburg, London, New York, maupun Sydney. Hal ini turut mendorong lonjakan minat terhadap Hyrox.

Hyrox tumbuh 100% di berbagai pasar

Dalam wawancara dengan Sports Illustrated pada 2025, Fürste menyebut dua momen penting dalam perkembangan Hyrox: saat 650 peserta mengikuti kompetisi perdana, dan saat tiket kompetisi di London habis terjual pada 2022 setelah pandemi. Pada musim 2022–2023, sekitar 90.000 atlet mengikuti kompetisi Hyrox. Pada 2025, jumlahnya meningkat menjadi lebih dari 650.000 atlet.

"Ke mana pun kami pergi sejauh ini, kami melihat pertumbuhan yang luar biasa dalam dua hingga tiga tahun pertama," kata Fürste. "Tidak ada satu pun pasar yang tidak tumbuh 100% dari satu kompetisi ke kompetisi berikutnya. Ini menunjukkan bahwa konsep kami berhasil. Peserta mendapatkan pengalaman yang luar biasa."

Target berikutnya: Olimpiade 2032

Dengan lebih dari satu juta atlet yang diperkirakan mengikuti kompetisi Hyrox di seluruh dunia musim ini, popularitas olahraga tersebut tampaknya belum akan mereda. "Ini menunjukkan bahwa kami bukan sekadar tren atau olahraga niche. Kami sudah memberikan bukti di dunia olahraga," kata Fürste.

Saat ini, Hyrox hadir di lebih dari 85 kota di sekitar 30 negara. Sejumlah studi mengonfirmasi pertumbuhan pesat kompetisi ini; hingga akhir musim 2023-2024, tercatat lebih dari 278.000 peserta telah menyelesaikan perlombaan. Fürste melihat Hyrox sebagai versi modern dari festival musik dalam dunia olahraga. "Saya menginvestasikan banyak hal dan bertemu dengan orang-orang yang sudah bertahun-tahun bekerja di industri ini," ujarnya. "Saya harus mempertaruhkan segalanya untuk bisa sampai di posisi saya sekarang dan menjadi bagian dari tim ini."

Meski sejak awal yakin Hyrox akan sukses, Fürste mengaku tidak pernah membayangkan olahraga ini akan berkembang sebesar sekarang. Kini, target berikutnya sudah di depan mata: membawa Hyrox masuk ke program Olimpiade Brisbane 2032, agar kompetisi kebugaran yang tengah populer ini dapat tampil di panggung olahraga terbesar di dunia.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.