Bahlil Minta Menteri dari Golkar Tak Anggap Kritik DPR sebagai Hal Negatif

- Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:00 WIB
Bahlil Minta Menteri dari Golkar Tak Anggap Kritik DPR sebagai Hal Negatif

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, meminta para kadernya yang menjabat sebagai menteri untuk tidak memandang kritik dari parlemen sebagai sesuatu yang negatif. Menurutnya, kritik dari DPR justru menjadi ruang bagi para menteri untuk menguji dan mempertanggungjawabkan program pemerintah.

Hal itu disampaikan Bahlil saat memberikan arahan kepada kader di DPP Golkar, Jakarta Barat, Selasa (18/8). Ia juga meminta Fraksi Golkar di DPR untuk mengawasi kementerian yang realisasi program atau anggarannya masih lambat, termasuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang ia pimpin sendiri.

“Saya juga meminta kepada seluruh fraksi agar mengejar kementerian-kementerian yang realisasinya itu lambat termasuk ESDM. Gak apa-apa itu kita harus fair,” ujarnya.

Bahlil menjelaskan, lambatnya realisasi belanja pemerintah dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Karena itu, fungsi pengawasan terhadap kementerian harus dijalankan secara terbuka.

“Kalau belanja pemerintah sebagai trigger terhadap pertumbuhan lambat untuk dieksekusi, itu pasti akan terdampak pada lapangan pekerjaan dan pertumbuhan,” tuturnya.

Ia kemudian mengingatkan para menteri yang merupakan kader Golkar agar tidak mengartikan kritik dari parlemen sebagai tanda bahwa partai tidak memberikan dukungan. Sebaliknya, kritik tersebut menjadi tantangan untuk membuktikan argumentasi yang baik dan benar dalam menjalankan tanggung jawab eksekusi program.

Minta Kader Golkar Jadi Contoh

Bahlil juga meminta kader Golkar yang duduk di parlemen maupun pemerintahan menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik. Sikap tersebut, kata dia, dapat menjadi contoh bagi kader partai lain di parlemen.

“Kita harus memberikan contoh kepada kader-kader partai lain di parlemen. Gak apa-apa,” ucapnya.

Baginya, kritik adalah hal yang normal dan baik digunakan sebagai bahan evaluasi. “Gak apa-apa. Mana ada orang yang hebat tanpa ada koreksi,” sambung Bahlil.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags