Presiden Prabowo Subianto menunjukkan ketenangan dan kebahagiaan saat berada di tengah keluarga besar Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dalam sebuah acara kenegaraan. Meski secara fisik diapit oleh Jokowi dan putranya, Gibran Rakabuming Raka, serta keluarga besar, Prabowo tetap terlihat rileks dan tersenyum tulus. Hal ini diamati oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie dan mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, yang pagi ini menyampaikan pandangan serupa.
Dalam momen yang sama, putra Prabowo, Ragowo Hediprasetyo atau Mas Didit, bersama ibunya, Titiek Soeharto, juga tampak bahagia menyaksikan pertunjukan seni anak-anak Indonesia dari bawah panggung utama. Mereka memilih berada jauh dari hiruk-pikuk politik di panggung utama, menunjukkan jarak yang sengaja dijaga.
Keluarga besar Jokowi memang telah menjadi kekuatan politik baru yang fenomenal di Indonesia. Mereka tidak hanya mampu menyaingi dinasti politik sebelumnya seperti Soekarno, Soeharto, dan Susilo Bambang Yudhoyono, tetapi bahkan melampaui mereka. Kehadiran mereka dalam berbagai agenda nasional selalu menarik perhatian, dan kali ini pun demikian.
Menariknya, anak bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep yang juga Ketua Umum PSI, bersama keluarganya tidak ikut duduk di kursi belakang Presiden. Begitu pula menantu Jokowi, Bobby Nasution, Gubernur Sumatera Utara, dan istrinya, Kahiyang Ayu. Jika mereka semua hadir, tentu akan semakin menguatkan kesan dominasi keluarga Jokowi di panggung politik nasional.
Meski demikian, Prabowo tampak tidak terpengaruh. Ia justru menjaga jarak dan menghindari keterlibatan berlebihan dengan keluarga Jokowi. Seperti disinggung Jimly dan Dahlan, Prabowo mampu tetap bahagia dan melepas senyum tanpa dibuat-buat. Ia tidak pandai bersandiwara, tetapi ia paham betul jika ada orang yang sedang bersandiwara di sekelilingnya.
Kedekatan fisik antara Prabowo dan Jokowi tidak serta-merta mencerminkan kedekatan politik. Jalan kebijakan yang ditempuh Prabowo selama dua tahun kepemimpinannya justru bertolak belakang dengan era Jokowi. Meski belum sempurna dan masih banyak kekurangan, arah kebijakan Prabowo tidak akan berubah mengikuti jejak pendahulunya.
Bulan madu antara oligarki dan kekuasaan telah berakhir. Namun, tantangan yang dihadapi tidaklah sedikit, terlebih situasi politik global yang tidak mendukung. Jika Prabowo mampu melewati ujian besar, maka tantangan-tantangan kecil, termasuk soal politik keluarga, akan mudah dilalui.