Gempa Flores: Ribuan Warga Mengungsi, Jalan Menuju Reo Sempat Lumpuh

- Selasa, 18 Agustus 2026 | 02:54 WIB
Gempa Flores: Ribuan Warga Mengungsi, Jalan Menuju Reo Sempat Lumpuh

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menyisakan duka dan kerusakan. Di Kabupaten Manggarai, banyak warga kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Salah satu titik pengungsian terbesar berada di Mata Air Barang Kolong, Reo, Kabupaten Manggarai. Lebih dari seribu orang bertahan di lokasi tersebut setelah rumah-rumah mereka rusak akibat guncangan dahsyat.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Minggu (16/8), perjalanan menuju Reo dari Kota Ruteng, ibu kota Manggarai, memakan waktu sekitar satu setengah hingga dua jam. Rute yang dilalui menurun dari kawasan perbukitan dengan tikungan tajam dan beberapa titik rawan longsor.

Di sepanjang jalan, terlihat rumah-rumah warga yang rusak berat, bahkan sebagian roboh. Warga tampak sibuk membersihkan puing-puing bangunan yang runtuh. Di beberapa tempat, tenda-tenda darurat berdiri sederhana, hanya beratap terpal dan beralaskan karpet seadanya. Mereka memilih bertahan di dekat rumahnya daripada menuju posko pengungsian.

Perjalanan tidak selalu mulus. Sejumlah ruas jalan tertutup material tanah dan batu akibat longsor. Petugas kepolisian yang mengawal rombongan menyebut jalur tersebut sempat lumpuh total karena tertutup material longsor.

Setelah melewati Jembatan Wae Pesi, jembatan terakhir sebelum memasuki Reo, rombongan sempat dihentikan oleh warga yang belum menerima bantuan. Mereka berdialog dengan polisi yang mengawal, meminta agar kondisi mereka disampaikan kepada pihak berwenang di Reo. Setelah diskusi singkat, rombongan diizinkan melanjutkan perjalanan.

Sesampainya di Reo, suasana pengungsian tampak ramai. Ratusan warga berkumpul di lapangan yang berada di samping sebuah sekolah yang juga terdampak gempa. Lapangan itu menjadi tempat bertahan bagi warga yang rumahnya rusak. Meski dalam kondisi serba terbatas, aktivitas di lokasi pengungsian tetap berjalan. Dapur umum dan posko kesehatan telah beroperasi sejak hari pertama bencana.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.