Kesaksian Warga Manggarai Barat: Guncangan Gempa Sangat Besar, Kami Langsung Lari ke Gunung

- Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:54 WIB
Kesaksian Warga Manggarai Barat: Guncangan Gempa Sangat Besar, Kami Langsung Lari ke Gunung

Ahmad, warga Dusun Gorontalo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, masih membekas ingatannya tentang gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang merobohkan rumahnya, Sabtu (15/8) jelang subuh. Saat itu, ia tertidur pulas bersama istri dan anak-anaknya.

Keheningan pagi pecah ketika anaknya terbangun oleh suara aneh, seperti hembusan angin kencang yang menghantam dapur. Tak lama kemudian, rumah mereka ambruk. “Iya, guncangannya sangat besar sekali. Sangat besar sekali,” kata Ahmad saat ditemui, Minggu (16/8).

“Kami sedang tidur. Ini anak sudah bangun, mau mandi, mandi pagi mau sekolah. Begitu dia dengar bunyi suara itu kayak suara angin datang, langsung ambruk semua ini,” lanjutnya.

Tanpa sempat menyelamatkan barang-barang, Ahmad dan keluarganya berhamburan keluar. “Kami langsung lari keluar, Pak. Langsung lari keluar, langsung berdiri semua di luar dengan anak berdua. Ini sudah ambruk,” ujarnya.

Seluruh keluarga selamat, tetapi sejumlah perabot rumah tertimpa puing. “Enggak ada juga kalau untuk kami sebagai tuan rumah, tidak juga yang luka-luka. Hanya tertimpa mesin cuci dengan itu alat dapur,” kata Ahmad.

Situasi Memburuk

Kepanikan makin menjadi ketika beredar kabar air laut surut, yang kerap menjadi tanda akan datangnya tsunami. Warga pun memilih menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi. “Itu menurut informasi kemarin ada juga yang bilang air surut. Kami kan tidak tahu, kami lari ke gunung semua,” kata Ahmad. “Lari semua ke atas,” sambungnya.

Peristiwa itu meninggalkan trauma mendalam bagi Ahmad. Ia juga khawatir rumahnya yang hancur tak lagi layak huni. “Iya, rasa takut juga. Trauma kemarin. Yang saya takut itu kemarin ini rumah besar ini, kalau bagaimana-bagaimana rumah besar ini kita mau ke mana lagi sudah,” lanjut Ahmad.

Untuk sementara, Ahmad dan keluarganya mengungsi ke Waimata. Mereka baru kembali setelah kondisi dinilai lebih aman.

Gempa Terbesar

Bagi Ahmad, gempa kali ini adalah yang terbesar sepanjang hidupnya. “Baru pertama kali ini sebesar ini kejadiannya. Sebelum-sebelumnya tidak pernah seperti ini, baru sekali ini yang besar, lebih besar sudah,” ujarnya.

Meski kebutuhan air masih tercukupi, aliran listrik belum pulih. “Listrik itu kita masih belum ada masuk listrik, tapi hanya ambil di tetangga dulu,” ujarnya.

Gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, NTT, pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB. Guncangan itu memicu tsunami dengan ketinggian tertinggi 0,94 meter di sejumlah wilayah NTT, NTB, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags