Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan fase tanggap darurat gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dapat diselesaikan dalam dua hingga tiga pekan ke depan. Target itu mengemuka dalam rapat koordinasi pemerintah pusat dan daerah pada Minggu (16/8), dan masih dapat berubah mengikuti kondisi di lapangan.
“Tim gabungan dari pemerintah pusat lintas kementerian lembaga menargetkan fase tanggap darurat bisa kita selesaikan dalam 2-3 minggu ke depan. Tentu saja ini sangat tergantung dengan dinamika di lapangan,” kata Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari dalam jumpa pers perkembangan penanganan gempa, Minggu (16/8).
Sejak hari kedua pascagempa, pemerintah mulai membagi tim untuk menangani langsung tujuh kabupaten/kota terdampak. Sejumlah pejabat pusat juga turun ke lokasi untuk mengidentifikasi kebutuhan, kendala, dan solusi penanganan darurat. Menko PMK Pratikno dan Kepala BNPB Suharyanto berada di Kabupaten Manggarai; Mendagri Tito Karnavian dan Kepala Basarnas Mohammad Syafii menuju Manggarai Timur; Menteri PU Dody Hanggodo ke Ende; Wamensos Agus Jabo Priyono ke Ngada dan Nagekeo; serta Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus ke Maumere.
Fase tanggap darurat saat ini difokuskan pada pencarian dan pertolongan korban serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, seperti logistik makanan dan non-makanan. Di sisi lain, pemerintah mulai mendata kerusakan material, khususnya rumah warga yang mengalami rusak ringan, sedang, hingga berat. Pendataan ini dinilai penting untuk mempercepat proses pemulihan dan rekonstruksi setelah fase tanggap darurat berakhir.
“Pendataan ini sangat penting supaya proses early recovery nantinya bisa kita juga optimalkan dan kita akselerasi,” ujar Abdul.
Gempa 7,7 M Guncang NTT
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, NTT, pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB. Pusat gempa berada di koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.
BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah, yakni Nusa Tenggara Barat (NTB), NTT, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Hingga kini, petugas masih melakukan evakuasi dan memberikan perawatan medis bagi warga terdampak.
Artikel Terkait
Kris Dayanti Terenyuh Lihat Ibu dan Anak Korban Gempa NTT Meninggal Berpelukan
Gempa Magnitudo 7,7 di NTT Rusak Lebih dari 2.000 Bangunan
Akses Jalan dan Listrik di NTT Berangsur Pulih Pascagempa
Polda Sumsel Ajak Warga Mengenal Brimob Lewat CFD, Sediakan 700 Porsi Makanan Gratis