Seorang relawan yang tengah menjalankan misi kemanusiaan untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal dunia pada Jumat (21/8). Ahmad Zaki Ali, yang tergabung dalam Yayasan Komunitas Gerak Bareng, mengembuskan napas terakhirnya di tengah tugas mulianya membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Kabar duka ini turut disampaikan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jakarta melalui akun Instagram resminya. "Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Ahmad Zaki Ali, Relawan Kemanusiaan Yayasan Komunitas Gerak Bareng," tulis Basarnas Jakarta.
"Beliau berpulang pada Jumat, 21 Agustus 2026, saat menjalankan misi kemanusiaan dalam penanganan bencana alam gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT)," sambung pernyataan tersebut.
Hingga saat ini, penyebab meninggalnya Ahmad Zaki belum diketahui secara pasti. Namun, Basarnas Jakarta menyampaikan penghormatan mendalam atas pengabdian almarhum. "Dedikasi, keberanian, dan keikhlasan beliau dalam membantu sesama menjadi teladan bagi kita semua," ucapnya.
Gempa NTT
Sebelumnya, gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang wilayah NTT dan menyebabkan sejumlah bangunan rusak. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga Rabu (19/8) telah terjadi 3.055 gempa susulan, dengan kekuatan terbesar mencapai 6,2 magnitudo.
Pemerintah dan berbagai pihak terus menyalurkan bantuan ke lokasi bencana. Proses pemulihan pun masih berlangsung hingga kini.
Artikel Terkait
Gempa NTT Rusak Ratusan Fasilitas Pendidikan, MIN 1 Manggarai Terdampak Parah
Gempa M 7,7 di NTT: RSUD Komodo Dirikan Tenda Darurat untuk Antisipasi Guncangan Susulan
Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 75 Orang, 92.735 Jiwa Mengungsi
DPR: Anggaran Jangan Jadi Kendala Penanganan Gempa NTT