Pengakuan mengejutkan datang dari loyalis Presiden Joko Widodo, Andi Azwan, dalam acara talkshow ROSI KompasTV, Kamis (13/2/2025). Ia secara terbuka mengakui bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak memiliki ijazah SMA atau sederajat sebagaimana dipahami masyarakat Indonesia pada umumnya.
Andi Azwan menjelaskan, setelah menamatkan SMP, Gibran menempuh pendidikan setara SMA di Singapura dan Australia selama lima tahun. Pengakuan ini sekaligus menjawab sayembara berhadiah Rp100 juta yang digagas Denny Indrayana bagi siapa pun yang mampu menunjukkan ijazah SMA Wapres Gibran.
Dengan pernyataan tersebut, sayembara itu dipastikan tidak akan ada pemenangnya. Sebab, ijazah yang dicari memang tidak pernah ada. Bahkan, jika hadiahnya dinaikkan hingga Rp1 triliun sekalipun, hasilnya tetap sama.
Fakta ini sejalan dengan isi buku berjudul "Gibran End Game: Wapres tak Lulus SMA" yang ditulis Rismon. Meski buku tersebut telah ditarik kembali dan penulisnya berencana membuat buku bantahan, hingga kini buku bantahan itu belum juga terbit. Logika yang digunakan Andi Azwan kurang lebih sama dengan yang dipaparkan Rismon dalam bukunya.
Intinya, Andi Azwan ingin menegaskan bahwa sayembara Denny Indrayana tidak akan menemukan pemenang. Namun, ia juga mengingatkan bahwa Kemdikdasmen, KPU Solo, dan KPU Pusat saat itu telah menyetujui Gibran memenuhi syarat sebagai calon wakil presiden. Begitu pula dengan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90 yang tidak berlaku surut.
Artikel Terkait
Gibran Kukuhkan Paskibraka untuk HUT ke-81 RI di Istana Negara
Roy Suryo Yakin Sayembara Ijazah Gibran Tak Akan Ada Pemenangnya
Video Call dengan Orang Tua, Anggota Paskibraka Papua Tengah Dampingi Gibran
Gibran Kukuhkan 76 Anggota Paskibraka untuk Bertugas di HUT ke-81 RI