Stok Obat untuk Korban Gempa NTT Aman, Distribusi Dipercepat dari Bali dan Makassar

- Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:12 WIB
Stok Obat untuk Korban Gempa NTT Aman, Distribusi Dipercepat dari Bali dan Makassar

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan stok obat-obatan untuk penanganan korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) masih mencukupi. Pemerintah juga menyiapkan distribusi obat dari wilayah yang lebih dekat, yakni Bali dan Makassar, agar bantuan tiba lebih cepat.

“Obat-obatan, catatan kita masih cukup, sudah dibawa tadi malam sebagian,” kata Budi saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (16/8).

Untuk memastikan kebutuhan yang tepat, Kementerian Kesehatan telah membentuk Health Emergency Operation Center. Tim ini akan memetakan kebutuhan obat di masing-masing daerah terdampak, sehingga pengiriman berikutnya bisa dilakukan secara tepat sasaran.

“Nanti kan hari ini mulai bergerak tuh tim Health Emergency Operation Center-nya, kita tahu kebutuhannya apa aja, sehingga bisa dikirim malam ini juga nanti ke sana,” ujarnya.

Budi menegaskan, bantuan obat tidak harus dikirim dari Jakarta. Distribusi dapat dilakukan dari wilayah yang lebih dekat dengan NTT, seperti Bali dan Makassar, untuk mempercepat penanganan.

“Dan ambilnya kan enggak usah dari Jakarta, bisa dari Bali atau Makassar lebih dekat,” kata Budi.

Tenaga Medis Dikerahkan

Selain obat-obatan, Kemenkes juga menyiapkan tenaga kesehatan tambahan untuk daerah terdampak. Meski jumlah tenaga kesehatan yang terdaftar di NTT dinilai cukup, pemerintah mengantisipasi adanya tenaga kesehatan yang ikut terdampak gempa.

Sejumlah Emergency Medical Team telah dikirim ke lokasi untuk memetakan kebutuhan tenaga medis di setiap wilayah. Pemetaan ini diperlukan agar relawan kesehatan yang hendak membantu dapat diarahkan ke lokasi yang memang membutuhkan.

“Karena biasanya kalau gempa seperti ini yang dibutuhkan pertama kali adalah dokter bedah, dokter ortopedi, karena pasti traumanya banyak. Itu seminggu pertama pasti banyak ke sana,” kata Budi.

Budi juga menyebut sejumlah kondisi pasien menjadi perhatian khusus, di antaranya ibu hamil dengan komplikasi, korban patah tulang, serta pasien yang membutuhkan cuci darah.

Gempa 7,7 M Guncang NTT

Sebelumnya, gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang wilayah Nagekeo, NTT, Sabtu (15/8). BMKG mencatat gempa terjadi pada pukul 04.58 WIB.

Pusat gempa berada di koordinat 8,41 LS dan 121,39 BT atau sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer. BMKG juga sempat mengeluarkan pemutakhiran peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah, yakni NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Berdasarkan data sementara BNPB per Sabtu (15/8) pukul 18.48 WIB, korban meninggal dunia tercatat di sejumlah wilayah, yakni 24 orang di Kabupaten Manggarai, 17 orang di Manggarai Timur, tiga orang di Sikka, satu orang di Ngada, dan satu orang di Ende.

Petugas hingga kini masih melakukan evakuasi serta memberikan perawatan medis kepada para korban terdampak gempa.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.