Aksi seorang pramusapa Transjakarta yang membantu penumpang disabilitas menyeberang di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, menuai apresiasi dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Pramono menilai tindakan tersebut mencerminkan pelayanan yang diharapkan dari jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Video aksi tersebut viral di media sosial. Dalam unggahan di Instagram pada Kamis (6/8/2026), terlihat petugas mendampingi beberapa warga disabilitas yang menggunakan kursi roda saat menyeberang dan menaiki trotoar. Petugas juga tampak memastikan para penumpang dapat melanjutkan perjalanan menuju Stasiun MRT.
"Saya sudah melihat itu dan saya memberikan apresiasi terhadap hal yang seperti itu. Dan itulah sebenarnya cerminan Pemerintah DKI Jakarta," kata Pramono di Kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).
Pramono mengatakan Pemprov DKI tengah menyiapkan berbagai fasilitas agar Jakarta semakin ramah bagi penyandang disabilitas. Salah satunya dengan membangun jembatan penyeberangan orang (JPO) yang dilengkapi lift.
"Karena untuk disabilitas nantinya termasuk di daerah yang kemarin penyeberangan itu terjadi tidak lagi menggunakan pelican cross di atas, tetapi alternatifnya sekarang ini saya lagi memikirkan sebagian besar akan naik lift ke atas seperti yang di Sarinah atau yang seperti di Bundaran HI, nantinya lewat di bawah," ujarnya.
Menurut Pramono, konsep serupa juga akan diterapkan di sejumlah titik lain, termasuk kawasan Dukuh Atas. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI untuk meningkatkan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.
"Termasuk Dukuh Atas dan sebagainya. Sehingga dengan demikian membuat Jakarta menjadi ramah disabilitas adalah salah satu program saya yang saya secara serius untuk melakukan itu," tuturnya.
Artikel Terkait
Pramono Anung: Pendidikan Kunci Putus Rantai Ketimpangan
Pemprov DKI Terbitkan Obligasi Daerah Rp5,2 Triliun, DPRD dan Pengamat Beri Dukungan
El Nino Diprediksi Hingga Oktober, Pemprov DKI Siapkan Modifikasi Cuaca Rutin
Pemprov DKI Terima Fasos-Fasum Rp2,27 Triliun dari 27 Pengembang