Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menemukan sejumlah murid di Kabupaten Bireuen, Aceh, masih menggunakan buku pelajaran secara bergantian. Temuan itu terjadi saat ia meninjau hasil revitalisasi SD Negeri 7 Jangka, Kamis (6/7).
Dalam peninjauan tersebut, Gibran memeriksa kondisi ruang kelas yang telah diperbaiki pascabencana. Ia didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bireuen, Muslim, dan Kepala Sekolah SD Negeri 7 Jangka, Mariana. Saat memasuki salah satu kelas, ia menanyakan ketersediaan buku pelajaran kepada seorang guru.
"Ini bukunya mana?" tanya Gibran.
"Ini satu buku untuk 3 anak Pak," jawab guru tersebut.
Gibran pun menegur Muslim. Ia menegaskan kondisi itu tidak boleh dibiarkan. Setiap murid harus memiliki buku pelajaran masing-masing.
"Enggak boleh ini. Koordinasi dengan pemerintah pusat ya. Barangnya ada kok," kata Gibran.
Setelah meninjau ruang kelas, Gibran menyapa warga yang telah menunggu di lokasi. Beberapa anak muda tampak mengajaknya berswafoto.
Sebelumnya, Gibran juga meninjau pembangunan jembatan Krueng Tingkeu di kabupaten yang sama. Ia berbincang dengan warga yang hadir dan menerima keluhan mereka. Sebagian warga mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya saat terjadi bencana.
Gibran memastikan seluruh warga akan menerima bantuan. Namun, ia menjelaskan pemerintah saat ini memprioritaskan perbaikan jembatan terlebih dahulu.
"Nanti dapat bantuan ya bu semuanya. Sabar ya bu. Kami hari ini fokus ke jembatan dulu biar bisa dilewati dan normalisasi semuanya," ujarnya.
Artikel Terkait
Gibran Tinjau Pembangunan Jembatan Krueng Tingkeu di Bireuen
Gibran Tinjau Rehabilitasi Pascabencana di Aceh
Adi Prayitno: Karier Politik Jokowi Bisa Tamat jika Gibran Gagal di 2029
Denny Indrayana: Jika Prabowo Jatuh, Indonesia Akan Alami Malapetaka