River Plate Terpuruk: Kekalahan Ketiga Beruntun Picu Krisis dan Protes Suporter

- Senin, 03 Agustus 2026 | 09:32 WIB
River Plate Terpuruk: Kekalahan Ketiga Beruntun Picu Krisis dan Protes Suporter

River Plate kembali menelan pil pahit setelah dikalahkan Rosario Central 0-1 di Stadion Monumental. Kekalahan ini menjadi yang ketiga beruntun di Torneo Clausura dan kedua kalinya River tumbang di kandang sendiri. Catatan buruk ini merupakan awal terburuk yang dialami tim sejak 1994.

Dalam pertandingan tersebut, River sebenarnya mendominasi penguasaan bola dengan menciptakan 25 percobaan, namun hanya enam yang mengarah ke gawang. Sebaliknya, Rosario Central tampil efisien dan memanfaatkan kelengahan lini belakang River. Gol semata wayang lawan tercipta pada babak pertama melalui gol bunuh diri Nicolas Otamendi setelah menerima umpan silang Campaz.

Pelatih Eduardo Coudet melakukan sejumlah pergantian pemain di babak kedua, termasuk memasukkan Galván yang mendapat kesempatan pertama di liga lokal dan Colidio yang dimainkan sebagai enganche. Namun, perubahan tersebut tidak mampu mengubah keadaan. Bahkan saat Rosario Central harus bermain dengan sepuluh pemain di sepuluh menit terakhir, River tetap gagal mencetak gol meski memiliki beberapa peluang emas.

Kekalahan ini memicu kekecewaan mendalam di kalangan suporter. Sorakan dan protes keras terdengar di dalam stadion, sebuah eskalasi yang jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Tekanan juga dirasakan oleh pelatih dan manajemen klub. River bahkan memutuskan untuk tidak mengadakan sesi wawancara pers dengan Coudet atau pihak manajemen setelah pertandingan, menunjukkan ketegangan yang sedang berlangsung di internal klub.

Selain masalah hasil, performa tim juga menjadi sorotan. Beberapa pemain kunci seperti Beltrán yang sebelumnya tampil percaya diri, kini menunjukkan keraguan. Sementara itu, Di María dengan teknik tinggi masih menjadi ancaman, tetapi belum mampu membawa perubahan signifikan. Penempatan Rivero sebagai bek kiri juga dinilai kurang efektif dan memperlihatkan kelemahan yang mudah dieksploitasi lawan.

Dengan rentetan hasil negatif ini, River Plate menghadapi krisis yang tidak hanya di lapangan, tetapi juga dalam manajemen tim. Pertanyaan besar kini muncul: mampukah Coudet membawa tim keluar dari keterpurukan ini?

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags