FIFA mengumumkan rencana pembentukan perusahaan baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) yang bernilai $20 miliar, dengan melibatkan investor swasta termasuk keluarga Kushner. Rencana yang diumumkan pada 28 Juli 2026 itu langsung menuai kecaman dari UEFA dan sejumlah tokoh sepak bola Eropa.
Perusahaan baru ini akan mengelola Piala Dunia dan mengundang investasi minoritas tanpa kontrol penuh. FIFA menyatakan dana yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung pengembangan sepak bola global, dengan setiap asosiasi nasional berpotensi menerima hingga $20 juta sebagai modal satu kali.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, membela rencana tersebut. "Ini tentang demokratisasi sepak bola di seluruh dunia," ujarnya. Ia menambahkan, "Tugas kami adalah memastikan seluruh dunia sepak bola berkembang bersama dengan nilai komersialnya."
Namun, UEFA menolak keras langkah ini. Dalam pernyataannya, UEFA menyebut rencana itu sebagai pelanggaran serius. "Jiwa dan tata kelola sepak bola bukanlah aset untuk diperjualbelikan, terutama tanpa transparansi siapa yang mendapatkan keuntungan," kata UEFA.
Kritik juga datang dari Andy Burnham, Perdana Menteri Inggris untuk Greater Manchester. Melalui media sosial, Burnham menegaskan, "Sepak bola bukan milik investor, melainkan milik pendukung dan orang-orang yang terlibat langsung di lapangan." Ia menambahkan, "Piala Dunia bukan produk yang bisa dijual. Mengizinkan penjualan adalah pengkhianatan."
FIFA menegaskan bahwa mereka akan tetap mengendalikan FFE dan mempertahankan otoritas eksklusif atas tata kelola sepak bola, kalender pertandingan, serta keputusan regulasi dan olahraga lainnya.
Pengamat keuangan sepak bola, Kieran Maguire, menilai rencana ini adalah peluang bagi FIFA untuk menghasilkan lebih banyak uang. Namun, ia memperingatkan kemungkinan adanya tekanan untuk memperluas jumlah tim di Piala Dunia menjadi 64 dan menggelar turnamen setiap dua tahun demi memenuhi kebutuhan investor.
Rencana ini akan dibahas dalam pertemuan Dewan FIFA pada musim gugur dan bisa diputuskan oleh 211 anggota FIFA pada Kongres FIFA di Maroko pada Maret mendatang. Kehadiran investor dengan hubungan dekat ke Presiden AS Donald Trump turut menimbulkan kekhawatiran akan pengaruh politik dalam sepak bola global.
Artikel Terkait
FIFA Bentuk Anak Usaha Komersial, Target Dana Rp 67 Triliun dari Investor Swasta
Wasit La Liga Tolak Aturan Vinicius, Usul Hukuman Baru untuk Kiper
Surat Pribadi Infantino ke Argentina Picu Kontroversi Keberpihakan FIFA
Presiden La Liga dan Sepp Blatter Kompak Desak Infantino Mundur dari FIFA