Sebuah dokumen survei yang memuat 32 nama tokoh politik dan pemerintahan dalam bursa calon presiden untuk Pemilu 2029 beredar luas. Survei itu diklaim berasal dari Indikator Politik Indonesia, namun lembaga tersebut membantah telah merilisnya.
Dokumen format PDF setebal 26 halaman itu memuat hasil survei yang disebutkan dilakukan pada 14-24 Juli 2026. Di dalamnya, terdapat pemaparan soal top of mind tokoh yang mendapat antusiasme tertinggi hingga terendah sebagai capres. Survei juga menyajikan simulasi daftar terbuka 32 nama, lalu mengerucut ke 10, 5, hingga 3 dan 2 pasangan capres-cawapres, lengkap dengan tingkat popularitas dan dukungan.
Namun, bantahan keras datang dari Indikator. Dalam surat yang ditandatangani Direktur Indikator Fauny Hidayat, lembaga itu menegaskan tidak pernah menulis atau mempublikasikan hasil survei nasional pada Juli 2026 tersebut. "Indikator Politik Indonesia tak pernah menulis atau mempublikasikan hasil survei nasional yang dilakukan pada Juli 2026 tersebut," tulis Indikator dalam keterangannya.
Indikator juga menegaskan bahwa mekanisme publikasi hasil survei mereka tidak merujuk pada Undang-Undang Pemilu. "Data dan temuan survei Indikator secara resmi selalu dipublikasikan melalui web/portal resmi www.indikator.co.id, dan jaringan media sosial Indikator Politik," pungkas pernyataan itu.
Artikel Terkait
Survei Terbaru: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Prabowo Anjlok Drastis