Wasit La Liga Tolak Aturan Vinicius, Usul Hukuman Baru untuk Kiper

- Rabu, 29 Juli 2026 | 05:15 WIB
Wasit La Liga Tolak Aturan Vinicius, Usul Hukuman Baru untuk Kiper

Komite Teknis Wasit Spanyol memutuskan untuk tidak menerapkan aturan yang dikenal sebagai Aturan Vinicius pada kompetisi La Liga musim baru yang dimulai 15 Agustus. Keputusan ini diambil dalam kamp pelatihan wasit di Las Caldas, Asturias, dengan mengikuti arahan panduan resmi dari UEFA.

Aturan tersebut awalnya direncanakan untuk memberikan kartu merah langsung bagi pemain yang menutup mulut saat berdebat, sebagai upaya mencegah hinaan. Namun, komite menilai gestur menutup mulut sudah menjadi kebiasaan pemain untuk membahas taktik, sehingga hukuman kartu merah berisiko merugikan tim tanpa bukti pelanggaran yang jelas.

Asosiasi Kiper Spanyol turut memberikan pandangan terkait pembatalan regulasi tersebut. "Meninggalkan tim dengan 10 pemain tanpa bukti konklusif apakah dia mengatakannya atau tidak... kita harus melihat apakah kita dapat memerangi perilaku jenis ini dengan cara ini, atau dengan cara lain," kata Fran Soto, Ketua Asosiasi Kiper Spanyol.

Selain membatalkan aturan tersebut, asosiasi mengajukan usulan baru kepada Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) untuk menindak aksi mengulur waktu oleh penjaga gawang yang berpura-pura cedera. Skema yang diusulkan adalah mengeluarkan kiper yang memalsukan cedera selama satu menit, mengadopsi pendekatan yang diterapkan di Liga Premier Inggris.

Para wasit Spanyol juga menerapkan sejumlah inovasi lain guna menghemat waktu permainan aktif, seperti penghitungan waktu lemparan ke dalam dengan jam hitung mundur, pembatasan waktu pergantian pemain maksimal 10 detik, serta kewajiban bagi pemain yang menerima perawatan medis untuk berada di luar lapangan selama satu menit.

Langkah ini sejalan dengan penyelarasan panduan perwasitan di seluruh Eropa yang diusung oleh UEFA. Mengenai penggunaan teknologi VAR, UEFA menegaskan kembali batasan intervensi di lapangan. "Teknologi asisten wasit video hanya boleh intervensi dalam kasus kesalahan yang jelas dan nyata, yaitu ketika keputusan wasit jelas-jelas salah atau ketika wasit melewatkan pelanggaran yang nyata. Teknologi asisten wasit video tidak bertujuan untuk memimpin ulang pertandingan, melainkan untuk memberikan dukungan esensial bagi para wasit, yang harus tetap menjadi pusat dari proses pengambilan keputusan," kata pihak UEFA.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags