Ketua Komisi III DPR Habiburokhman mengecam keras aksi pengeroyokan hingga tewas terhadap seorang warga yang diduga mencuri ayam di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali. Ia menegaskan bahwa main hakim sendiri adalah tindak pidana yang tidak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun.
"Kami di Komisi III DPR RI menyayangkan dan mengecam keras aksi pengeroyokan yang menyebabkan tewasnya seorang warga di Baturiti, Tabanan. Tindakan main hakim sendiri (eigenrichting) adalah perbuatan melanggar hukum yang sama sekali tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun," kata Habiburokhman kepada wartawan, Selasa (28/7/2026).
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menyayangkan warga yang memilih menganiaya hingga menghilangkan nyawa seseorang, alih-alih menyerahkan terduga pelaku ke polisi. Menurutnya, Indonesia adalah negara hukum sehingga mekanisme yang benar adalah mengamankan terduga pelaku dan menyerahkannya kepada pihak kepolisian.
Habiburokhman mendesak Polres Tabanan dan Polda Bali untuk menindak tegas kasus tersebut. Ia meminta seluruh pihak yang terlibat, termasuk provokator dan pelaku kekerasan, diusut tuntas dan dimintai pertanggungjawaban hukum secara adil.
Polisi telah menyelidiki dua perkara sekaligus: dugaan pencurian ayam dan pengeroyokan yang menewaskan pria berinisial KD. Kapolsek Baturiti Kompol I Nyoman Darsana mengatakan penyidik masih mendalami dua aspek utama tersebut.
Lima warga yang mengeroyok KD telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni MJ, WS, KB, ML, dan ND. Polisi juga menyita barang bukti berupa pakaian para tersangka, sebatang besi, dan sebatang bambu yang diduga digunakan untuk menganiaya korban hingga tewas. Kasus ini viral di media sosial setelah anak korban yang masih kecil terlihat histeris melihat ayahnya tak bernyawa tergeletak di jalan.
Artikel Terkait
Tangisan Anak di Pemakaman Ayah yang Tewas Dikeroyok: Psikolog Ungkap Dampak Traumatis
Polisi Belum Simpulkan Pemuda Tewas Dikeroyok di Morowali Mencuri Motor
Anggota DPR Soroti Kasus Main Hakim Sendiri di Tabanan: Negara Hukum, Bukan Massa
Prajurit TNI Tewas Dikeroyok 7 Orang di Tangerang, Diduga Berebut Antrean Sate Taichan