PT Ecocare Indo Pasifik Tbk (HYGN) membukukan laba bersih sebesar Rp8 miliar pada semester pertama tahun 2026, melonjak 32,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp6 miliar. Kenaikan ini didorong oleh pendapatan perseroan yang tumbuh 221 persen menjadi Rp208,5 miliar dari Rp172,4 miliar pada semester I-2025.
Direktur Utama HYGN, Wincent Yunanda, menyatakan bahwa meskipun menghadapi tantangan, perseroan berhasil mencatatkan kinerja solid. "Tercermin dari pertumbuhan pendapatan maupun laba bersih," ujarnya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Selasa (28/7/2026).
Jasa hygiene masih menjadi kontributor pendapatan terbesar dengan nilai Rp101,8 miliar, atau sekitar 48,7 persen dari total pendapatan grup. Segmen ini terus tumbuh berkat kontrak jangka panjang yang berulang dengan klien korporat.
Segmen jasa kebersihan membukukan pendapatan Rp73,3 miliar, naik 12,8 persen dari Rp65 miliar. Sementara itu, jasa pengendalian hama mencatatkan lonjakan pendapatan 53,2 persen menjadi Rp33,7 miliar dari sebelumnya Rp22 miliar.
"Pengendalian hama menjadi segmen dengan kinerja paling menonjol dan tetap menjadi mesin pertumbuhan utama perseroan, mencatatkan salah satu pertumbuhan tertinggi di grup pada paruh ini," tutur Wincent.
Perseroan juga mencatatkan kenaikan margin kotor sebesar 34 persen hingga Juni 2026, seiring pertumbuhan beban pokok penjualan yang sedikit lebih cepat dibandingkan pertumbuhan pendapatan. Margin laba operasional meningkat menjadi 5,3 persen dari 3,7 persen pada semester I-2025, menunjukkan peningkatan efisiensi operasional yang berkelanjutan.
Artikel Terkait
Laba IPCC Kontraksi 9,3 Persen Akibat Tekanan Geopolitik dan Impor Kendaraan Melambat
Astra Otoparts Raup Laba Rp1,15 Triliun di Semester I 2026, Tumbuh 23%
Laba Bank Mandiri Tembus Rp 30,4 Triliun di Semester I 2026, Tumbuh 24,4%
Raksasa Wall Street Kompak Catat Laba Besar pada Kuartal II-2026