Tingkat Pengangguran Jakarta Turun Jadi 6,03 Persen, 5,2 Juta Warga Bekerja

- Kamis, 23 Juli 2026 | 01:15 WIB
Tingkat Pengangguran Jakarta Turun Jadi 6,03 Persen, 5,2 Juta Warga Bekerja

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat perbaikan signifikan di sektor ketenagakerjaan pada awal 2026. Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) meningkat menjadi 65,48 persen, sementara jumlah penduduk yang bekerja mencapai 5,2 juta orang. Di sisi lain, tingkat pengangguran terbuka (TPT) berhasil ditekan menjadi 6,03 persen.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan, TPAK pada Februari 2026 naik 0,08 poin secara tahunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini diiringi bertambahnya 62,18 ribu orang yang kini memiliki pekerjaan.

"Pada tahun 2026 tingkat partisipasi angkatan kerja meningkat 0,08 poin year-on-year menjadi 65,48 persen dengan jumlah penduduk bekerja bertambah 62,18 ribu orang menjadi 5,2 juta orang bekerja di Jakarta," kata Pramono dalam konferensi pers APBD DKI Jakarta Kuartal II 2026 di Balai Kota, Rabu (22/7/2026).

Penurunan angka pengangguran, menurut Pramono, tak lepas dari sejumlah program yang dijalankan pemprov. Salah satunya adalah program Padat Karya yang membuka 2.843 lowongan kerja baru di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, Lingkungan Hidup, serta Pertamanan dan Hutan Kota.

"Penurunan ini didukung oleh berbagai program peningkatan akses kerja dan pelatihan keterampilan, antara lain pelaksanaan program Padat Karya yang kemarin kita luncurkan untuk 2.843 lowongan kerja baru," ujarnya.

Selain itu, Pemprov DKI juga menjalankan program magang bagi lulusan SMA atau sederajat. Hingga saat ini, program tersebut telah diikuti 1.000 peserta dengan melibatkan 107 perusahaan. Pelatihan reguler pun telah diikuti 630 peserta, sementara melalui program Mobile Training Unit (MTU), pelatihan diberikan kepada 2.731 peserta.

Pramono menilai, peningkatan kesempatan kerja di tengah kondisi ekonomi saat ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi Jakarta yang semakin sehat dan inklusif. "Peningkatan kesempatan kerja dalam kondisi ekonomi yang seperti ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Jakarta alhamdulillah menjadi semakin sehat, inklusif, dan itu tercermin dari angka-angka makro tetapi juga menghadirkan peluang kerja peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat Jakarta," pungkasnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags