Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan bahwa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi partai yang mengusulkan Megawati Soekarnoputri sebagai Wakil Presiden, bukan PDIP. Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri pelantikan pimpinan Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB se-Indonesia di Alun-Alun Fatahillah, Kota Tua, Jakarta, Rabu (22/7).
Pramono mengawali sambutannya dengan menceritakan kedekatannya dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sejak era gerakan mahasiswa 1998. Kedekatan itu, menurut dia, membuatnya menyaksikan langsung peristiwa penting saat Megawati diusulkan menjadi wakil presiden. "Saudara-saudara sekalian, kedekatan yang sangat personal itulah yang kemudian mengantarkan peristiwa Ibu Megawati menjadi Wakil Presiden pada waktu itu," kata Pramono.
Ia menegaskan, justru PKB yang menjadi partai pengusul, bukan PDIP. "Pada waktu itu yang diminta oleh Ibu Megawati, saya dan kemudian dari PKB Mbak Khofifah, karena peristiwanya dengan penuh ketegangan. Singkat cerita, alhamdulillah Ibu Mega menjadi Wakil Presiden itu yang mencalonkan adalah PKB. Seratus persen PKB. Pada waktu itu PDIP tidak mengajukan, PKB yang mengajukan," lanjutnya.
Pramono mengaku sengaja mengungkap kisah tersebut karena meyakini masih banyak kader PKB yang belum mengetahuinya. "Kenapa saya sampaikan ini, Saudara-saudari sekalian. Saya yakin di antara Saudara-saudari sebagian mungkin belum tahu tentang sejarah itu," ujarnya.
Puji Kepemimpinan Cak Imin
Selain mengenang sejarah itu, Pramono memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Muhaimin Iskandar yang dinilainya berhasil membawa PKB berkembang menjadi salah satu kekuatan politik besar di Indonesia. Ia mengatakan perjalanan Cak Imin memimpin PKB sejak 2005 tidak selalu mudah, tetapi berbagai dinamika justru membuat partai semakin kuat.
"Saya termasuk yang mengikuti betapa hebatnya Ketua Umum PKB ini dari tahun 2005 sampai sekarang, main roller coaster naik turun. Pernah tiba-tiba kursinya 28. Dulu kalau dia Cak Imin aja mesakno (kasihan) banget Ketua Umum-nya. Tetapi beliau lah yang kemudian dengan gigih membangun partai ini," ucapnya. Menurut Pramono, kerja keras itu kini berhasil meningkatkan perolehan kursi PKB di DPR RI menjadi 68 kursi, lebih tinggi dari perolehan 52 kursi pada 1999.
Singgung Capaian Jakarta dan Apresiasi PKB
Dalam kesempatan itu, Pramono juga memaparkan sejumlah capaian Jakarta di bawah kepemimpinannya. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Jakarta kini mencapai 5,59 persen dengan tingkat inflasi terendah di Pulau Jawa. Pemprov DKI juga terus membuka ruang publik bagi seluruh kegiatan keagamaan. Menurutnya, kawasan Bundaran HI kini menjadi lokasi berbagai perayaan hari besar keagamaan, mulai dari Natal, Imlek, Nyepi, hingga Waisak.
"Dulu ketika saya pertama kali mengadakan Christmas Carol kolosal di Bundaran HI, semua orang kaget. Saya bilang harus bisa. Ini adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang untuk semua agama boleh tampil di Bundaran HI," kata Pramono.
Menutup sambutannya, Pramono mengapresiasi pelantikan pengurus DPC PKB se-Indonesia sebagai bagian dari konsolidasi dan regenerasi partai. Ia juga memuji kepemimpinan Cak Imin yang dinilainya berhasil membawa PKB terus berkembang. "Prestasi PKB dan juga kepemimpinan Bapak Muhaimin Iskandar sudah sangat teruji. Konsolidasi ini, regenerasi ini luar biasa. Saya ingin mengucapkan selamat, mudah-mudahan pelantikan ini membawa berkah, membawa kemajuan bagi PKB di masa-masa mendatang," tutupnya.
Artikel Terkait
Pramono Anung: Semua yang Tinggalkan Partai Tak Ada yang Jadi Besar
PKB Lantik 19.675 Pengurus DPC se-Indonesia, Dihadiri Pramono Anung
Konektivitas Antarmoda Membaik, Pengguna Transportasi Umum Jakarta Naik 9,7 Persen
Realisasi Pendapatan DKI Jakarta Capai 41 Persen dari Target Rp71,45 Triliun