Dishub Tutup Tiga U-turn, Kemacetan di Bekasi-Cakung Berangsur Normal

- Kamis, 23 Juli 2026 | 02:18 WIB
Dishub Tutup Tiga U-turn, Kemacetan di Bekasi-Cakung Berangsur Normal

Dinas Perhubungan DKI Jakarta memastikan kondisi lalu lintas di Jalan Raya Bekasi hingga Jalan Raya Cakung-Cilincing, Jakarta Timur, telah kembali lancar. Kelancaran ini diraih setelah pihaknya menutup tiga titik putaran balik atau U-turn di kawasan tersebut.

Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan, arus kendaraan dari kedua arah sudah berangsur normal setelah rekayasa lalu lintas diterapkan. "Alhamdulillah semua bisa teratasi. Sebelah kiri maupun kanan kondisinya sudah sangat lancar setelah dilakukan rekayasa lalu lintas dengan penutupan U-turn di Cakung, Babek, dan JGC," ujar Budi dalam keterangannya, Rabu (22/7).

Rekayasa lalu lintas mulai diberlakukan sekitar pukul 19.00 WIB. Sekitar 30 menit kemudian, antrean kendaraan mulai bergerak dan kepadatan perlahan berkurang. Meski kondisi telah membaik, Dishub DKI akan kembali menerapkan skema serupa pada hari berikutnya. Penutupan U-turn di Cakung, Babek, dan Jakarta Garden City (JGC) akan dimulai pukul 15.00 WIB untuk mengantisipasi kepadatan.

Sebanyak 75 personel Dishub dikerahkan dalam rekayasa ini. Rinciannya, 30 personel dari Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, 30 personel dari Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara, dan sekitar 15 personel dari tingkat provinsi yang ditempatkan di sejumlah titik pengaturan lalu lintas. Petugas juga mengarahkan truk menuju Terminal Tanah Merdeka sebagai lokasi penampungan sementara jika terjadi antrean menuju depo peti kemas.

Budi menjelaskan, kemacetan sebelumnya dipicu oleh tingginya aktivitas impor yang tidak sebanding dengan arus ekspor. Akibatnya, peti kemas menumpuk di kawasan pelabuhan dan depo, sehingga memicu antrean panjang truk yang berdampak pada lalu lintas di Jalan Raya Bekasi hingga Jalan Raya Cakung-Cilincing. Karena itu, Dishub DKI berharap kapasitas penampungan depo milik Pelindo dapat ditingkatkan. "Kami berharap kapasitas depo Pelindo dapat ditingkatkan dari 65 persen menjadi 75 hingga 80 persen agar tidak terjadi lagi penumpukan peti kemas di depo," tutup Budi.

Kemacetan akibat aktivitas bongkar muat itu sempat ramai di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat antrean truk dan motor yang mengular. Kemacetan terjadi pada Selasa (21/7) pagi dan mulai terurai menjelang sore.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags