General Manager Regional I PGN, Andi Sangga, membantah adanya gas metana di lokasi ledakan di perumahan Grand Polonia Medan. Pernyataan ini berbeda dengan hasil investigasi awal polisi yang mendeteksi kebocoran gas di rumah yang meledak pada Senin (20/7) sore.
Polisi menggunakan alat detektor gas dan menemukan kebocoran di rumah 3B yang hancur akibat ledakan. Namun, saat PGN melakukan pengukuran beberapa jam kemudian, tidak ditemukan jejak gas metana. Andi menjelaskan perbedaan waktu pengukuran menjadi penyebab hasil yang tidak sama.
"Tadi sudah dilakukan kalibrasi bersama dengan Kapolrestabes. Memang ada dua hal perbedaan. Pertama adalah perbedaan waktunya. Kami melakukan pengukuran pada pukul 21.30 WIB. Mungkin kejadian ini sudah sore hari, konsentrasi sudah signifikan berubah," kata Andi di lokasi, Selasa (21/7).
Selain waktu, titik pengukuran juga memengaruhi hasil. "Pengukuran kami dilakukan secara tidak langsung di dalam lokasi. Kami menggunakan mini methane yang biasa kami lakukan. Perbedaan parameter itu menyebabkan perbedaan hasil pengukuran," ucapnya.
Sebelumnya, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menduga ledakan berasal dari kebocoran pipa gas bawah tanah. "Hasil investigasi awal adanya kebocoran dari pipa gas tanam atau pipa gas bawah tanah," katanya di lokasi, Senin (20/7). Calvijn menambahkan, alat pendeteksi gas mendeteksi kebocoran di titik tersebut. "Namun demikian, dugaan baru investigasi awal dan akibat itu ada beberapa rumah yang terdampak pecahan serpihan kacanya," pungkasnya.
Artikel Terkait
Ledakan Gas di Perumahan Grand Polonia Medan, PGN Tutup Jaringan
PGN Bantah Kebocoran Gas Jadi Pemicu Ledakan di Grand Polonia Medan
PGN Konfirmasi Pipa Gas di Rumah Ledakan Grand Polonia Medan
Evakuasi Korban Ledakan Gas di Medan Selesai, Satu Korban Tewas Teridentifikasi