Zelensky Bicara dengan Utusan Trump, Harapkan Diplomasi Perang Ukraina-Rusia Kembali Hidup

- Kamis, 23 Juli 2026 | 01:45 WIB
Zelensky Bicara dengan Utusan Trump, Harapkan Diplomasi Perang Ukraina-Rusia Kembali Hidup

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan telah berbicara dengan dua utusan khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff dan Jared Kushner. Ia berharap pembicaraan itu dapat menghidupkan kembali upaya diplomatik untuk mengakhiri perang dengan Rusia yang telah berlangsung lebih dari lima tahun.

Percakapan tersebut terjadi pada Rabu (22/7/2026) di tengah kebuntuan penyelesaian konflik sejak perhatian Washington beralih ke dinamika Timur Tengah. Sementara itu, Rusia tetap pada tuntutan kerasnya agar Ukraina menyerahkan sebagian wilayahnya.

"Saya baru saja berbicara dengan utusan Presiden Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner. Percakapan ini sangat baik dan penting tentang bagaimana menghidupkan kembali diplomasi serta mendekatkan perdamaian," tulis Zelensky melalui akun X miliknya.

"Perdamaian sangat dibutuhkan perdamaian yang bermartabat dan Ukraina sejak lama telah siap untuk itu. Tim kami terus menjalin komunikasi erat, termasuk untuk menindaklanjuti hal-hal yang telah kami diskusikan," tambahnya.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dijadwalkan bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Kamis (23/7/2026) di sela-sela KTT regional di Manila. Pertemuan itu akan membahas perkembangan perang di Ukraina serta situasi Iran.

Dalam beberapa bulan terakhir, Kyiv dinilai berhasil menahan gempuran ofensif Moskow di wilayah timur. Ukraina juga memperluas jangkauan serangan drone ke wilayah Rusia, mengganggu aktivitas harian di sana pada tahun kelima invasi. Namun, Moskow meningkatkan intensitas serangan rudal ke Kyiv dengan meluncurkan puluhan amunisi yang sulit dicegat, di tengah keterbatasan pasokan pertahanan udara Ukraina.

Rusia berulang kali mendesak Ukraina untuk menarik diri dari wilayah Donbas timur yang masih dikuasainya sebagai syarat utama kesepakatan damai. Kyiv secara tegas menolak tuntutan tersebut. Konflik bersenjata ini telah menelan ratusan ribu korban jiwa dan menjadi perang paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags