Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, gagal mencapai kata sepakat mengenai kelanjutan gencatan senjata tahap kedua di Jalur Gaza. Dalam pertemuan yang berlangsung di Israel, Senin (17/8/2026), Netanyahu menegaskan niatnya untuk melanjutkan operasi pembunuhan terarah, sementara Kushner menyatakan penolakannya.
Stasiun televisi Israel Channel 15 melaporkan, mengutip sejumlah pejabat Israel yang mengetahui jalannya percakapan, bahwa tidak ada kesepakatan antara keduanya. "Netanyahu menegaskan akan melanjutkan operasi pembunuhan itu, sementara Kushner menyatakan penentangannya," demikian pernyataan seorang sumber pejabat, seperti dikutip Selasa (18/8/2026).
Pertemuan itu turut dihadiri Nikolay Mladenov, perwakilan tinggi Dewan Perdamaian untuk Gaza. Sebelumnya, Kushner telah bertemu dengan para pejabat Hamas yang dipimpin kepala biro politik Khalil Al Hayya, serta Presiden Mesir Abdel Fattah Al Sisi di Kairo.
Pokok persoalan yang membelokkan jalannya perundingan adalah soal perlucutan senjata Hamas. Netanyahu bersikeras agar seluruh senjata Hamas dilucuti sebelum Israel menarik pasukannya dari Gaza. Di sisi lain, Hamas menyatakan siap menyerahkan senjata hanya jika Israel menarik pasukan secara bertahap dan tertib.
Sikap Netanyahu ini sejalan dengan penolakannya terhadap proposal damai 15 poin yang diajukan Trump. Ia tetap pada pendiriannya agar Hamas melucuti senjata terlebih dahulu, meskipun peta jalan yang dikeluarkan Dewan Perdamaian pada 31 Juli telah mengatur perlucutan senjata secara bersamaan dengan penarikan pasukan Israel.
Ketegangan ini terjadi di tengah upaya negara-negara mediator untuk mendorong penerapan perjanjian gencatan senjata tahap pertama yang berlaku sejak 10 Oktober 2025. Namun, implementasinya jauh dari mulus. Data resmi mencatat, pelanggaran Israel terhadap gencatan senjata telah menewaskan 1.262 warga Palestina dan melukai 4.168 lainnya.
Konflik yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023 ini telah menelan korban lebih dari 75.000 jiwa dan melukai lebih dari 250.000 orang, mayoritas perempuan dan anak-anak. Serangan militer Israel juga menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur di wilayah tersebut.
Artikel Terkait
Hamas Desak AS Tekan Israel Terima Rencana Damai Gaza
Netanyahu dan Kushner Akan Bertemu di Tengah Upaya Perdamaian Gaza
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan di Reruntuhan Bangunan
Dua Wajah Gaza: Antara Kedai Crepe dan Antrean Makanan