Menkes Budi Bagikan Tips Makanan Pengganti yang Lebih Sehat Tanpa Harus Kehilangan Kenikmatan

- Minggu, 19 Juli 2026 | 14:40 WIB
Menkes Budi Bagikan Tips Makanan Pengganti yang Lebih Sehat Tanpa Harus Kehilangan Kenikmatan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa salah satu hambatan terbesar masyarakat dalam menjalani gaya hidup sehat adalah kekhawatiran tidak bisa lagi menikmati makanan lezat. Padahal, kunci utamanya bukan memangkas porsi makan secara ekstrem, melainkan cermat memilih alternatif yang lebih bernutrisi.

Dalam unggahan video di akun Instagram-nya, Budi memberikan sejumlah rekomendasi makanan pengganti yang tetap enak namun lebih sehat. Ia menekankan bahwa perubahan pola makan tidak harus drastis, melainkan bertahap dengan mengubah preferensi harian secara konsisten.

“Sering kali kita merasa kesulitan saat ingin memulai hidup sehat karena takut tidak bisa makan enak lagi. Padahal, kuncinya ada pada pilihan makanan kita. Hari ini saya mau merekomendasikan beberapa alternatif. Ini makanan yang sama enaknya, tapi terbukti jauh lebih sehat untuk tubuh kalian,” kata Budi, Minggu (18/7/2026).

Bagi mereka yang menyukai tekstur renyah, Budi menyarankan mengganti kerupuk dengan keripik buah. Sementara untuk camilan, ia merekomendasikan edamame sebagai pengganti kacang kemasan yang tinggi natrium.

“Ini ada yang sama enaknya, tapi jauh lebih sehat. Kalau kamu pengen crunchy, jangan pilih kerupuk, tapi pilihlah keripik buah. Kalau kamu pengen ngemil, jangan pilih kacang kemasan, pilihlah edamame,” ucap dia.

Menkes juga menyoroti kebiasaan konsumsi minuman manis dan makanan yang digoreng dengan minyak banyak (deep-fried) sebagai pemicu berbagai penyakit. Sebagai gantinya, ia mendorong masyarakat memanfaatkan teknologi seperti air fryer dan beralih ke teh tanpa gula.

“Kalau kamu pengen yang seger-seger, jangan pilih teh kemasan, pilihlah teh tawar. Kalau kamu pengen gorengan, jangan pilih yang deep fried, pilihlah yang air fried. Kalau kamu pengen ganjel, jangan makan sereal, tapi makanlah telur rebus,” tambah Budi.

Ia menegaskan bahwa perubahan gaya hidup sebaiknya dilakukan secara bertahap, dengan mengganti kebiasaan lama secara konsisten. “Yuk, perlahan kita ganti cravingnya sehingga lemak-lemak yang membandel itu bisa terhempas,” pungkas dia.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags