Jurnalis senior Lukas Luwarso menegaskan bahwa Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Kapolri memegang kunci utama untuk menyelesaikan polemik keabsahan ijazah mantan Presiden Joko Widodo secara tuntas dan transparan. Pernyataan ini disampaikan dalam podcast MADILOG pada 20 Juli 2026.
Lukas, yang juga anggota gerakan Bongkar Ijazah Jokowi (Bonjowi), menyoroti ketidakkonsistenan UGM dalam merespons permintaan dokumen. "UGM menolak memberikan satu lembar dokumen kepada kami, tapi mereka memberikan ratusan dokumen kepada Polda Metro Jaya. Itu indikasi mens rea (niat jahat)," ujarnya.
Menurut Lukas, perubahan kepemimpinan di dua institusi tersebut dapat mengubah arah penyelesaian kasus. "Kalau Rektor UGM diganti, kalau Kapolri diganti, ini akan beda penyelesaian kasus ijazah Jokowi. Jadi ini kuncinya tinggal dua: Rektor UGM dan Kapolri," tegasnya.
Ia juga menuding UGM sengaja menutup-nutupi informasi demi melindungi Jokowi secara personal. "UGM sedang secara kasual ingin membela personal Jokowi, agar UGM tidak membuka informasi itu," kata Lukas.
Artikel Terkait
Saksi Ahli UGM: Rektor Tak Bisa Klaim Ijazah Jokowi Asli Tanpa Klarifikasi
University of Melbourne Jalin Kemitraan dengan IPB dan UGM untuk Pendidikan Pertanian Global
UGM Resmikan Pusat AI Pertama di Kampus Indonesia Bersama Indosat dan Nvidia
UGM Jelaskan Praktik Percetakan Skripsi di Luar Kampus pada Era 1980-an