Panglima Besar Ormas Adat Pasukan Manguni Makasiouw, Andy Rompas, kembali menjadi sorotan setelah melontarkan pernyataan kontroversial yang dinilai bernada kebencian terhadap umat Islam. Kali ini, momen Piala Dunia dijadikan sasaran untuk menyebarkan sentimen negatif.
Dalam pernyataannya, Andy Rompas menyebut pendukung tim sepak bola Mesir sebagai pengikut Fir'aun. Padahal, mayoritas suporter Mesir adalah kaum Muslimin. Ucapan itu sontak memicu kecaman dari berbagai kalangan yang menilai tindakannya tidak hanya tidak etis, tetapi juga memicu perpecahan.
Sebelumnya, Andy Rompas dikenal sebagai tokoh yang memimpin penolakan keras terhadap kedatangan Ustadz Abdul Somad (UAS) ke Sulawesi Utara pada Mei 2026. Penolakan itu dilakukan oleh Laskar Manguni yang mengklaim sebagai ormas adat.
Tindakan Andy Rompas mendapat tanggapan dari sejumlah pihak yang mengingatkan agar tidak menyebarkan kebencian. Dalam ajaran Islam, kebencian yang tampak dari ucapan seseorang bisa jadi lebih ringan dibandingkan apa yang tersembunyi di dalam dada. Hal ini sebagaimana termaktub dalam Al-Qur'an surat Ali Imran ayat 118.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Andy Rompas terkait kecaman yang dilayangkan kepadanya.
Artikel Terkait
Prabowo Resah Timnas Gagal ke Piala Dunia, Singgung Erick Thohir Saat Resmikan B50
Mesir Bangga pada Timnas Meski Tersingkir, Kecam Keputusan Wasit
Piala Dunia dan Bayang-Bayang Karbon: Antara Kemeriahan Global dan Warisan Lingkungan
Fabien Barthez Masih Kokoh di Puncak Rekor Clean Sheet Piala Dunia