Pasukan militer Nigeria menewaskan lebih dari 300 anggota komplotan penculikan dan pencuri ternak dalam operasi dua hari di distrik Gummi, Negara Bagian Zamfara. Operasi ini menargetkan kelompok militan ISIS dan geng kriminal bersenjata yang selama ini meresahkan warga.
Komisaris Informasi Zamfara, Mahmud Muhammad Dantawasa, dalam pernyataan resmi menyebut operasi kilat itu "menyebabkan penumpasan lebih dari 300 teroris." Kelompok militan dan geng bandit yang berspesialisasi dalam penculikan demi uang tebusan ini kerap meneror masyarakat di Nigeria bagian utara dan tengah. Mereka tak segan melancarkan serangan mematikan dan memungut biaya ilegal bagi petani lokal yang ingin mengakses ladang mereka.
Analis keamanan mencatat peningkatan kerja sama antara geng kriminal yang termotivasi keuntungan finansial dan kelompok jihadis yang telah melancarkan pemberontakan selama 17 tahun di wilayah timur laut.
Sejumlah warga memberikan kesaksian. Abubakar Muhammad, warga Gummi, menceritakan bahwa tentara bersama kelompok milisi penjaga keamanan lokal (vigilante) menghadang sekitar 1.000 bandit yang tengah berpindah dari kamp mereka dengan membawa ratusan ternak curian sejak Rabu malam hingga Kamis. "Tentara dan kelompok vigilante membunuh lebih dari 300 bandit dalam pertempuran yang berkecamuk sepanjang malam hingga pagi harinya," kata Muhammad.
Warga lain, Abubakar Kudi-Kasa, menambahkan bahwa kontak senjata meletus sekitar pukul 21.30 GMT pada hari Rabu. Suara rentetan tembakan dan ledakan keras membuat warga kota terjaga sepanjang malam. "Para bandit masih dalam kepungan tentara dan kelompok vigilante," ujarnya. Menurut Kudi-Kasa, tentara sempat mencoba menyerbu kamp para bandit dua pekan lalu, namun terpaksa mundur karena jumlah bandit yang bersenjata lengkap sangat banyak. "Kali ini para tentara bersiap dengan matang dan kembali untuk memukul mereka dengan keras," imbuhnya.
Shehu Dandare, warga lainnya, memberikan estimasi jumlah korban tewas yang serupa setelah pasukan "menghujani" komplotan tersebut dengan serangan udara dan darat massal.
Pada Juli tahun lalu, tentara Nigeria menewaskan sedikitnya 150 bandit dalam penyergapan terhadap konvoi besar yang terdiri dari sekitar 350 bandit di Negara Bagian Kebbi yang berdekatan. Sebulan kemudian, militer melumpuhkan lebih dari 100 bandit di wilayah pemerintahan lokal Bukkuyum, Zamfara. Saat itu, jet tempur yang berkoordinasi dengan pasukan darat menghantam kumpulan lebih dari 400 anggota geng di kamp hutan, menurut laporan keamanan untuk PBB.
Pemerintah Zamfara menggambarkan operasi minggu ini sebagai "terobosan signifikan" dalam perang melawan kejahatan dengan kekerasan. Nigeria, sebagai negara berpenduduk terbanyak di Afrika, saat ini bergelut dengan berbagai krisis keamanan. Bagian timur laut telah dicengkeram pemberontakan ekstremis Islam sejak 2009, pertama oleh Boko Haram, kemudian dilanjutkan oleh kelompok sempalan Islamic State West Africa Province (ISWAP).