Wakapolri Tutup Pendidikan 282 Calon Perwira Akpol, Kapolri Ingatkan Dinamika Geopolitik

- Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:06 WIB
Wakapolri Tutup Pendidikan 282 Calon Perwira Akpol, Kapolri Ingatkan Dinamika Geopolitik

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo memimpin upacara penutupan pendidikan taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan ke-58 di Kompleks Akpol, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (10/7). Sebanyak 282 calon perwira remaja (capaja) yang telah menjalani pendidikan sejak 2023 hingga 2026 resmi dilantik. Dalam amanat yang dibacakannya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan selamat dan membekali para perwira muda dengan wawasan strategis mengenai dinamika geopolitik global.

“Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada 282 capaja yang telah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dengan baik. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras, disiplin, dan dedikasi selama menempuh pendidikan di Bumi Bhayangkara, Akademi Kepolisian,” kata Komjen Dedi membacakan amanat Jenderal Sigit.

Kapolri menekankan pentingnya pemahaman terhadap situasi global yang penuh ketidakpastian. “Dinamika geopolitik saat ini berada dalam situasi yang penuh ketidakpastian. Konflik AS-Israel dengan Iran, perang Rusia-Ukraina, persaingan hegemoni antara Amerika Serikat dan China, serta ketegangan di kawasan Timur Tengah telah berdampak terhadap stabilitas keamanan global, rantai pasok, ketahanan pangan dan energi, hingga perekonomian dunia,” ujar Wakapolri saat membacakan amanat Kapolri.

Dampak dinamika tersebut, menurut Kapolri, turut dirasakan Indonesia. Pelemahan nilai tukar rupiah hingga Rp18.171 per dolar AS dan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level 5.594 pada 8 Juni 2026 menjadi contoh nyata. Meski demikian, pemerintah dinilai berhasil menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan fiskal dan moneter, serta program swasembada pangan dan energi, hilirisasi, penguatan investasi, dan optimalisasi tata kelola ekspor melalui Danantara Sumberdaya Indonesia.

Polri turut mendukung kebijakan tersebut melalui berbagai program, seperti pemanfaatan lahan untuk penanaman jagung, pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri, penyelenggaraan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pelayanan kesehatan gratis, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi, penguatan ketahanan energi nasional, perlindungan hak pekerja melalui Desk Ketenagakerjaan Polri, serta pendirian SMA Kemala Taruna Bhayangkara. “Seluruh upaya tersebut merupakan wujud dukungan Polri dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi, meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat, memperluas akses infrastruktur, serta mempersiapkan generasi muda yang unggul,” tutup Wakapolri.

Dalam kesempatan yang sama, Komjen Dedi juga menyampaikan ucapan selamat kepada para capaja yang meraih predikat Adhi Makayasa, Ati Tanggap, Ati Tanggon, Ati Trengginas, dan Srikandi Cendekia. “Bagi yang meraih penghargaan, jangan berpuas diri. Jadikan prestasi ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri, menjaga integritas dan kehormatan, serta mengharumkan nama baik institusi,” tuturnya. Sementara itu, kepada capaja yang belum memperoleh penghargaan, Dedi meminta mereka tidak berkecil hati karena kesempatan berprestasi masih terbuka sepanjang karier sebagai anggota Polri. Batalyon Taruna Akpol Angkatan ke-58 mengusung nama Ksatriya Hawin Sarwahita dan terdiri dari 249 taruna serta 33 taruni.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags