70.000 Jamaah Salat Jumat di Al-Aqsha Meski Dihalangi Pembatasan Israel

- Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:50 WIB
70.000 Jamaah Salat Jumat di Al-Aqsha Meski Dihalangi Pembatasan Israel

Lebih dari 70.000 jamaah melaksanakan salat Jumat di kompleks Masjid Al-Aqsha, Yerusalem yang diduduki, pada Jumat (19/7) meskipun menghadapi berbagai pembatasan ketat dari otoritas Israel. Ratusan jamaah dari Kota Tua Yerusalem dan komunitas Palestina di wilayah Israel berkumpul di masjid dan halaman sekitarnya.

Pasukan Israel memeriksa dokumen identitas para jamaah yang datang dan memberlakukan pembatasan ketat. Puluhan pemuda Palestina ditolak masuk, sementara jamaah lanjut usia hanya diizinkan memasuki kompleks setelah melalui prosedur pemeriksaan keamanan yang sangat ketat.

Para aktivis Palestina dan organisasi berbasis di Yerusalem kembali menyerukan mobilisasi besar-besaran serta kehadiran yang kuat di Masjid Al-Aqsha. Mereka mengimbau masyarakat untuk datang dan mempertahankan kehadiran secara terus-menerus di halaman masjid di tengah meningkatnya ancaman dari pemukim Israel serta rencana kelompok ekstremis yang berupaya memperluas kendali Israel atas kawasan suci tersebut.

Organisasi-organisasi di Yerusalem juga mengeluarkan seruan luas agar masyarakat meningkatkan kehadiran dan berpartisipasi aktif dalam salat Jumat sebagai upaya melindungi Masjid Al-Aqsha, mempertahankan identitas Islam dan Arabnya, serta menggagalkan upaya mengubah status kawasan suci tersebut.

Sepanjang bulan Juni, lebih dari 8.900 pemukim Israel memasuki kompleks Masjid Al-Aqsha. Pusat Informasi Palestina mencatat 20 insiden penodaan terhadap situs suci itu serta dua perintah pengusiran terhadap jamaah Palestina dan individu yang rutin menjaga kehadiran di kawasan tersebut.

Seruan-seruan terbaru itu kembali menegaskan pentingnya mobilisasi skala besar, perjalanan ke Masjid Al-Aqsha, dan kehadiran teguh di halaman-halamannya seiring meningkatnya aktivitas pemukim serta rencana kelompok ekstremis. Kampanye publik ini terutama ditujukan kepada warga Palestina di Yerusalem yang diduduki dan di wilayah Israel, serta warga dari Tepi Barat yang memiliki akses menuju Kota Suci, guna memperkuat kehadiran berkesinambungan di Masjid Al-Aqsha.

Menurut para penyelenggara, seruan tersebut bertujuan menegaskan kembali karakter Islam dari seluruh kompleks Masjid Al-Aqsha di tengah upaya Israel menghapus jejak sejarah dan warisan budaya Yerusalem serta membentuk ulang narasi sejarah kota tersebut.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags