Bocah 12 Tahun Tewas Diterkam Harimau Sumatera di Camp Pekerja Pelalawan

- Sabtu, 11 Juli 2026 | 00:40 WIB
Bocah 12 Tahun Tewas Diterkam Harimau Sumatera di Camp Pekerja Pelalawan

Seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun ditemukan tewas setelah diduga diserang harimau sumatera di area camp pekerja sebuah perusahaan kehutanan di Kabupaten Pelalawan, Riau. Peristiwa tragis itu terjadi pada Selasa dini hari, 7 Juli 2026, sekitar pukul 04.30 WIB.

Korban diketahui bernama Jerlin Zalukhu, anak ketiga dari lima bersaudara. Ia tewas dengan luka di bagian leher kiri dan kanan, sekitar 10 meter di belakang area camp. Lokasi kejadian berada di wilayah Desa Sungai Ara dan Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau langsung bergerak setelah menerima laporan. Tim diterjunkan untuk melakukan pemantauan, pengumpulan data, serta olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan petugas segera berkoordinasi dengan pihak perusahaan dan pekerja lapangan untuk penanganan awal. "Dalam penanganan di lapangan, petugas berkoordinasi erat dengan manajemen perusahaan serta pihak pelaksana lapangan terkait untuk menyusun rencana observasi," ujarnya.

Berdasarkan informasi sementara, kejadian bermula saat korban menemani kakaknya mencuci peralatan makan di kamar mandi camp pekerja. Korban saat itu berada di luar kamar mandi, sementara pagar pelindung bagian belakang camp diketahui dalam kondisi terbuka karena rusak. Tak lama kemudian, ia ditemukan sudah tak bernyawa.

Area camp tersebut berjarak sekitar 5,3 kilometer dari kawasan Taman Nasional Zamrud dan 5,7 kilometer dari kawasan Restorasi Ekosistem Riau (RER).

Setelah kejadian, petugas mengidentifikasi tanda keberadaan harimau sumatera di sekitar lokasi. Jejak kaki satwa ditemukan dengan ukuran panjang sekitar 16 sentimeter dan lebar 15 sentimeter, serta jarak langkah terjauh antara kaki depan dan belakang mencapai 120 sentimeter.

Untuk pemantauan lebih lanjut, petugas memasang kamera jebak di sejumlah titik. Hingga pukul 18.00 WIB, masih ada laporan kemunculan harimau sumatera di sekitar camp. Tim gabungan kemudian berpatroli malam dengan bantuan drone thermal untuk memantau pergerakan satwa.

Dari hasil pemantauan drone thermal, harimau sumatera masih terdeteksi di sekitar lokasi. Tim lapangan menduga kehadiran satwa itu dipengaruhi oleh adanya hewan mangsa yang dipelihara pekerja di area camp. Petugas bersama manajemen perusahaan kemudian menyita hewan mangsa tersebut untuk mengurangi faktor yang menarik kedatangan harimau.

BBKSDA Riau mengimbau masyarakat, pekerja, dan perusahaan yang beraktivitas di sekitar habitat harimau sumatera agar meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diminta tidak beraktivitas seorang diri, terutama pada malam hingga dini hari. Perusahaan juga diminta memastikan sistem pengamanan dan pagar area camp dalam kondisi baik.

BBKSDA Riau memastikan penanganan konflik satwa liar ini terus dilakukan secara terukur dengan mengutamakan keselamatan manusia sekaligus menjaga kelestarian harimau sumatera sebagai satwa dilindungi.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags