Ajax Amsterdam dikabarkan tengah merampungkan proses peminjaman kiper veteran Marc-Andre ter Stegen dari FC Barcelona. Rencana transfer yang berlangsung pada Jumat (10/7/2026) ini memicu perdebatan sengit di kalangan pengamat sepak bola Belanda, terutama menyangkut kondisi fisik sang pemain dan masalah komunikasi di internal klub.
Pengamat Voetbal International, Lentin Goodijk, membenarkan bahwa negosiasi masih berjalan meski lebih lambat dari perkiraan. "Ter Stegen masih bermain. Butuh waktu lebih lama dari yang diperkirakan. Itu karena berbagai konstruksi dalam kontraknya. Barcelona tampaknya akan tetap membayar sebagian besar gajinya," ujarnya. Goodijk menambahkan bahwa struktur kontrak menjadi kendala utama, termasuk pembagian beban gaji dan tes medis mengingat riwayat cedera kiper asal Jerman itu. "Dia praktis tidak bermain selama dua tahun. Sebagian tes medis akan dilakukan di Belanda, sebagian lagi di Spanyol. Saya yakin ini tetap akan terjadi," katanya.
Selain posisi kiper, Goodijk mengungkapkan bahwa Ajax masih aktif memburu pemain di sektor gelandang bertahan, striker, sayap, dan bek kanan. "Masih banyak yang akan terjadi," ujarnya. Kriteria untuk gelandang nomor enam sudah ditentukan: pemain cerdas dengan orientasi baik, mampu membagi bola, dan menjaga organisasi pertahanan. "Mereka mencari tipe seperti itu, seseorang yang bisa mengambil kendali di lini tengah," jelas Goodijk.
Soal kemungkinan kembalinya mantan bek Joel Veltman yang kini berlatih bersama Jong Ajax, Goodijk menyebut kesepakatan baru bisa terjadi jika ada pemain bertahan yang dilepas. "Belum ada kesepakatan," katanya. Ia mengingatkan Ajax agar hati-hati mengumpulkan mantan pemain senior agar tidak merusak proyek masa depan. "Memang nyaman memiliki pemimpin dan bek berpengalaman seperti itu. Tapi hati-hati jangan sampai menjadi Lucky Ajax. Anda masih punya Blind, Berghuis, dan Klaassen. Jangan mencoba membangun kembali tim sepuluh tahun lalu. Ini bisa menjadi tambahan bagus, tapi harus pas," tegasnya.
Kritik Tajam dari Pengamat
Rencana transfer ini mendapat kritik keras dari jurnalis Valentijn Driessen dalam acara Vandaag Inside. Ia menilai langkah Direktur Teknis Jordi Cruijff keliru. "Dia sekarang mendatangkan kiper yang dulu pernah bagus. Dalam 22 bulan, dia hanya bermain tiga pertandingan. Dia terus cedera," ujar Driessen. Ia juga menyoroti kendala bahasa pelatih Ajax, Michel, yang tidak bisa berbahasa Inggris. "Sungguh menyedihkan dia tidak bisa bahasa Inggris. Dia ingin melakukan banyak perubahan, tapi pemain sudah bilang, 'Kami punya masalah bahasa'. Itu akan menjadi masalah besar," katanya.
Mantan pesepak bola Johan Derksen meragukan kualitas rekrutan anyar Ajax, termasuk Caio Henrique dari AS Monaco. "Mereka bertingkah seolah dapat hadiah utama," sindirnya. Derksen menambahkan, "Klub ini masih punya nama besar dari masa lalu, tapi tidak ada yang tersisa. Mereka mulai bagus melawan klub Yunani itu." Driessen menimpali soal performa pemain di kompetisi Eropa. "Para pemain belum mengerti semuanya. Itu masalah jika harus bermain di Conference League pada 22 Juli," ujarnya. Derksen menutup dengan prediksi suram. "Ini tidak akan berhasil sama sekali. Jika tidak bisa berkomunikasi dengan orang-orangmu, tidak akan pernah beres," pungkasnya.
Mantan pemain Rene van der Gijp juga mempertanyakan efisiensi keuangan transfer Caio Henrique. "Orang itu juga cerita lain... Dia harus pergi dari Monaco karena gajinya terlalu tinggi, tapi sekarang dia dapat lebih sedikit?" tanyanya. Saat ini, Maarten Paes masih menjadi kiper utama Ajax sembari menunggu kejelasan proses transfer Ter Stegen.
Artikel Terkait
Ajax Nego Daley Blind untuk Pulang ke Amsterdam
Ajax Uji Coba Lawan Panathinaikos Tanpa Mika Godts