Mantan bintang tim nasional Prancis, Youri Djorkaeff, melontarkan tudingan keras terkait kegagalan Timnas Portugal di Piala Dunia 2026. Ia menilai para pemain Portugal sengaja memboikot Cristiano Ronaldo di atas lapangan.
Langkah Selecao das Quinas terhenti di babak 16 besar setelah ditumbangkan oleh Spanyol dengan skor akhir 0-1. Hasil minor ini menjadi kali ketiga bagi Portugal tersingkir di babak 16 besar dalam lima edisi terakhir.
Catatan Portugal di Babak 16 Besar
Kegagalan di tahun 2026 ini memperpanjang catatan buruk Portugal pada fase gugur pertama dalam beberapa edisi terakhir turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
| Edisi Piala Dunia | Pencapaian Timnas Portugal |
|---|---|
| Piala Dunia 2010 | Tersingkir di Babak 16 Besar |
| Piala Dunia 2018 | Tersingkir di Babak 16 Besar |
| Piala Dunia 2026 | Tersingkir di Babak 16 Besar |
Cristiano Ronaldo sebenarnya selalu menjadi starter dalam lima pertandingan yang dilakoni Portugal dengan kontribusi tiga gol. Namun, performa peraih lima penghargaan pemain terbaik dunia tersebut tetap menuai pro dan kontra dari publik.
Youri Djorkaeff yang merupakan pemenang Piala Dunia 1998 meyakini bahwa kegagalan tersebut disebabkan oleh kurangnya dukungan dari rekan setim kepada Ronaldo selama pertandingan berlangsung.
"Jika Anda membawa Cristiano Ronaldo, maka tim harus bermain untuk Cristiano Ronaldo dan itu tidak terjadi sama sekali," kata Youri Djorkaeff kepada RadioRMC Sport, Jumat (10/07/2026).
"Jelas sekali bahwa dia diboikot oleh timnya sendiri. Mereka tidak mendukung dia, mereka tidak menempatkan dia di dalam kondisi terbaik," kata Youri Djorkaeff.
Menurut mantan pemain Paris Saint-Germain dan Inter Milan itu, tim tidak bisa mengharapkan Ronaldo mengubah gaya mainnya secara mendadak. Jika pelatih memilih memainkannya, maka tim harus dibangun di sekeliling sang megabintang.
"Kita semua tahu Cristiano. Dia selalu bermain dengan cara yang sama. Apa yang mereka harapkan, bahwa dia akan tiba-tiba berubah? Anda bisa memilih untuk tidak memanggil dia, atau tidak menurunkan dia ke lapangan. Tapi jika Anda melakukannya, maka Anda harus membangun tim di sekitar dia," kata Youri Djorkaeff.
Kritik Distribusi Tanggung Jawab Tim
Youri Djorkaeff juga mengkritik bagaimana para pemain berbakat Portugal lainnya seolah melimpahkan seluruh beban target dan tanggung jawab memenangkan laga hanya kepada pundak kapten mereka.
"Apa yang tidak saya sukai tentang tim nasional Portugal ini adalah, terlepas mereka semuanya itu pemain-pemain berbakat, semua orang sepermata menaruh tanggung jawabnya kepada Cristiano," kata Youri Djorkaeff.
"Di masa depan, Vitinha, [Bruno] Fernandes dan pemain-pemain lain harus mengambil tanggung jawabnya. Anda enggak bisa terus mengharapkan Cristiano melakukan semuanya. Dia itu bukan satu-satunya pemain yang harus membuat perbedaan," kata Youri Djorkaeff.
Pasca-kekalahan dari Spanyol, Cristiano Ronaldo langsung mengonfirmasi bahwa turnamen di tahun 2026 ini menjadi Piala Dunia terakhir dalam karier sepak bola profesionalnya. Pencapaian tertinggi Ronaldo bersama Timnas Portugal di ajang ini adalah menempati peringkat keempat saat Piala Dunia Jerman 2006.
Artikel Terkait
Kiprah Cristiano Ronaldo di Piala Dunia Berakhir, Portugal Tersingkir di Babak 16 Besar
Kekalahan Portugal dari Spanyol Picu Gelombang Emosi di Afghanistan: Penggemar Berduka atas Kepergian Ronaldo dari Piala Dunia
Air Mata Messi dan Ronaldo di Piala Dunia 2026: Tangis Bahagia dan Duka Perpisahan
Portugal Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ronaldo Belum Pensiun