Prabowo Tegaskan Hubungan Indonesia-Singapura Harus Langgeng Jelang 60 Tahun Diplomasi

- Selasa, 07 Juli 2026 | 06:15 WIB
Prabowo Tegaskan Hubungan Indonesia-Singapura Harus Langgeng Jelang 60 Tahun Diplomasi

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa hubungan diplomatik antara Indonesia dan Singapura harus terus terjaga dan langgeng, terutama menjelang peringatan 60 tahun hubungan kedua negara pada 2027. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers bersama setelah Leader's Retreat dengan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Menurut Prabowo, pembahasan dalam pertemuan tersebut tidak hanya menyasar tantangan saat ini, tetapi juga mempersiapkan kemitraan jangka panjang. "Tahun depan kita akan memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Singapura dan kita melihat hubungan ini harus langgeng di masa-masa yang akan datang," ujarnya.

Prabowo menilai Leader's Retreat kali ini mencerminkan kematangan, kepercayaan, dan nilai strategis hubungan bilateral. Ia menyampaikan apresiasi kepada PM Wong dan delegasi Singapura atas komitmen menjaga persahabatan dan kerja sama. "Sekali lagi saya tegaskan di sini bahwa Leader's Retreat hari ini menunjukkan kematangan, kepercayaan, dan nilai strategis hubungan Indonesia dan Singapura," tuturnya.

Presiden juga menekankan pentingnya membangun kemitraan yang saling menguntungkan. Ia yakin kerja sama erat kedua negara tidak hanya memberi manfaat bagi rakyat Indonesia dan Singapura, tetapi juga bagi stabilitas dan kemakmuran Asia Tenggara. "Saya yakinkan kepada kawan-kawan di Singapura sikap Indonesia dan sikap saya pribadi dari sejak dulu, saya kira sudah saya buktikan selama berapa puluh tahun, secara pribadi komitmen saya, keyakinan saya bahwa Singapura dan Indonesia harus menjadi mitra yang baik, harus kerja sama yang baik, dengan kerja sama yang baik ini akan menguntungkan tidak hanya rakyat Indonesia dan rakyat Singapura, tapi akan menyumbang stabilitas, pertumbuhan, dan kemakmuran di seluruh Asia Tenggara," kata Prabowo.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags