Presiden Turki Tayyip Erdogan menegaskan bahwa setiap upaya perdamaian di Timur Tengah tidak akan bertahan lama tanpa keterlibatan negara-negara kawasan. Pernyataan itu disampaikan di hadapan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dalam pertemuan di Istanbul, Sabtu (5/7/2026). Erdogan juga memperingatkan agar Israel tidak dibiarkan menghancurkan kesepakatan yang baru saja dirintis antara Amerika Serikat dan Iran.
"Tidak ada solusi yang tidak didukung oleh kontribusi negara-negara regional yang dapat bertahan lama," ujar Erdogan, seperti dikutip dari Al Jazeera, Minggu (5/7/2026). Ia menuding pemerintahan Israel yang "kecanduan perang" tengah berupaya menggagalkan nota kesepahaman (MoU) AS-Iran. "Pemerintah Israel saat ini tidak boleh dibiarkan menenggelamkan wilayah kita dalam bau mesiu dan darah lagi," tegasnya.
Erdogan telah berulang kali mengkritik Israel atas serangan di Gaza, Lebanon, dan Suriah. Tuduhan bahwa Israel berusaha merusak MoU AS-Iran juga kerap dilontarkan dalam beberapa kesempatan sebelumnya.
Nota kesepahaman yang ditengahi Qatar dan Pakistan itu mencakup gencatan senjata selama 60 hari, pembukaan kembali Selat Hormuz, kesepakatan mengenai program nuklir Iran, serta kerangka waktu untuk perjanjian akhir guna mengakhiri perang secara permanen. Namun, pekan lalu AS dan Iran saling melancarkan serangan balasan setelah keduanya berselisih tafsir atas isi perjanjian tersebut.
Delegasi AS dan Iran sebelumnya bertemu di Qatar untuk pembicaraan tidak langsung guna memajukan negosiasi pasca baku tembak baru-baru ini. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan Teheran akan membangun saluran komunikasi dengan Washington untuk melaporkan setiap pelanggaran MoU.
Artikel Terkait
Erdogan Peringatkan Israel Jangan Gagalkan Kesepakatan Damai AS-Iran