PT Bank Mayapada Tbk (MAYA) optimistis kinerja tahun ini akan melampaui capaian tahun lalu. Emiten milik konglomerat Dato Sri Tahir itu membidik laba bersih sebesar Rp63,4 miliar, lebih dari dua kali lipat dibandingkan realisasi 2025 yang mencapai Rp29 miliar.
"Target pertumbuhan profit after tax Bank Mayapada yaitu sebesar Rp63,4 miliar dibanding tahun lalu Rp29 miliar," ujar manajemen Mayapada, Sabtu (4/7/2026).
Untuk mencapai target tersebut, bank akan menyalurkan kredit secara bertahap dengan tetap mengutamakan kualitas dan produktivitas aset. Penyaluran kredit ditargetkan tumbuh sekitar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Fokus bisnis tahun ini diarahkan pada segmen usaha kecil dan menengah (SME) serta komersial, meski tidak menutup peluang pada segmen wholesale. Langkah ini diambil untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Dari sisi layanan, Bank Mayapada akan menjadikan kantor cabang dan relationship manager (RM) sebagai touchpoint penjualan dan layanan yang terpadu. Penerapan CASA scorecard juga dilakukan untuk mendorong setiap cabang dan RM memperkuat relasi dengan nasabah.
Bank juga akan memperkuat kanal digital guna meningkatkan kenyamanan nasabah, sekaligus mengintegrasikan penawaran produk bancassurance, trade, dan cash management dalam satu layanan.
Hingga akhir 2025, aset Bank Mayapada tercatat mencapai Rp164 triliun, tumbuh 9,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2026, bank menargetkan pertumbuhan aset sebesar 9,8 persen.