Ketua MPR RI Ahmad Muzani melakukan ziarah ke makam Imam Bukhari di Samarkand, Uzbekistan, Jumat (3/7). Dalam kunjungan itu, Muzani yang didampingi para ulama dan anggota MPR berharap ziarah ini dapat memperkuat hubungan bilateral sekaligus mempererat ikatan emosional antarmuslim Indonesia dan Uzbekistan.
"Alhamdulillah, pada hari ini kami, rombongan dari Indonesia bersama para pimpinan pondok pesantren, para ulama, dan tokoh pimpinan organisasi Islam, bisa berkunjung ke makam Imam Bukhari di Samarkand, Uzbekistan," ujar Muzani dalam keterangannya.
"Ini adalah kunjungan yang sangat kami tunggu-tunggu dan kami harapkan silaturahmi dan kerja sama antara umat Islam, khususnya Uzbekistan dan Republik Indonesia, bisa menyatu karena hubungan ini tidak hanya terpaut dalam hubungan diplomatik, tetapi hubungan ini telah berlangsung beberapa dekade yang lalu," tambahnya.
Muzani menuturkan, penyebaran Islam ke Tanah Jawa pada abad ke-15 tidak lepas dari peran ulama Uzbekistan. Ia juga mengingatkan bahwa Presiden Soekarno menjadi pemimpin Indonesia pertama yang mengunjungi makam Imam Bukhari pada 1956. Sejak itu, makam tersebut menjadi tujuan ziarah umat Islam dari seluruh dunia.
"Para ulama dari Uzbekistan datang ke Tanah Jawa untuk menyebarkan ajaran Islam pada abad ke-15. Dan pada tahun 1956 Bung Karno adalah orang pertama kali yang mengunjungi makam Imam Bukhari. Dan sejak itu sampai sekarang, makam Imam Bukhari dikunjungi, diziarahi oleh seluruh umat Islam di seluruh dunia," jelas Muzani.
Karena itu, lanjut Muzani, kehadiran para ulama Indonesia saat ini merupakan upaya menyambung silaturahmi antara Indonesia dan Uzbekistan. "Yang membuat kami berbahagia, kami bisa datang langsung ke depan makam beliau dan kami bisa melihat karya monumental beliau, yaitu Sahih Bukhari dalam museum yang ada di kompleks makam Imam Bukhari," jelasnya.
Sahih Bukhari, kata Muzani, merupakan kitab yang sangat diagungkan umat Islam sebagai rujukan kebenaran. Di Indonesia, kitab ini selalu dibaca dan dipelajari di setiap pondok pesantren, perguruan tinggi, madrasah, dan lembaga pendidikan Islam lainnya. "Bahkan, sebagai bentuk hormatnya kami kepada Imam Bukhari, kami kemudian mengadakan tasyakuran atau selametan setelah selesainya menamatkan kitab Imam Bukhari setiap tahunnya," jelas Muzani.
Muzani berharap kunjungan ini dapat mempererat hubungan emosional antarmuslim Indonesia dan Uzbekistan. "Kami juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Uzbekistan, Majelis Rakyat Uzbekistan, serta masyarakat Uzbekistan atas sambutan dan diperkenankannya kami untuk berziarah ke makam Imam Bukhari. Mudah-mudahan persaudaraan dan persahabatan antara umat Islam Indonesia dan Uzbekistan terus terjalin dengan baik dan lebih baik lagi pada masa-masa yang akan datang," tutur Muzani.
Di akhir kunjungan, Muzani menyumbangkan wewangian berupa minyak oud dari kayu gaharu asal Kalimantan. "Wewangian ini sebagai wujud persahabatan Indonesia dengan Uzbekistan. Semoga wewangian ini bermanfaat untuk ditaruh di sekitar kompleks makam Imam Bukhari," tutupnya.
Artikel Terkait
MPR RI Temui Grand Mufti Uzbekistan, Bahas Sejarah dan Potensi Wisata Religi
Ketua MPR Ahmad Muzani Dorong Penerbangan Langsung Indonesia-Uzbekistan