Wamendagri Dorong Wali Kota Perkuat Inovasi untuk Tingkatkan PAD dan Pelayanan Publik

- Kamis, 02 Juli 2026 | 16:15 WIB
Wamendagri Dorong Wali Kota Perkuat Inovasi untuk Tingkatkan PAD dan Pelayanan Publik

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mendorong para wali kota untuk memperkuat inovasi dan kepemimpinan yang adaptif guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menjaga kualitas pelayanan publik. Hal itu disampaikan saat menjadi pembicara pada Rapat Kerja Nasional XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Medan, Sumatera Utara.

Menurut Bima, berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah kota saat ini harus dijawab melalui inovasi yang mampu menghasilkan solusi nyata. Di tengah dinamika geopolitik global, pelaksanaan kebijakan nasional, hingga tuntutan memenuhi janji kampanye, kemampuan berinovasi menjadi kunci agar pemerintah daerah tetap mampu meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

"Banyak cobaan dan ujian yang dihadapi kepala daerah hari ini. Namun, sejatinya jawabannya ada di Bapak-Ibu sendiri. Praktik-praktik terbaik itu ada di kawan-kawan kita sendiri. Kami di Kemendagri melihat dengan bangga dan optimistis bagaimana kota-kota mampu menjadi survivor dan transformer melalui berbagai inisiatif kepemimpinan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (2/7/2026).

Bima menegaskan, peningkatan PAD tidak cukup hanya mengandalkan pemanfaatan teknologi. Upaya tersebut perlu dibarengi dengan reformasi tata kelola pendapatan, digitalisasi yang tepat sasaran, kolaborasi, serta kepemimpinan yang terlibat langsung dalam pelaksanaannya. Ia pun mengapresiasi sejumlah pemerintah kota yang berhasil meningkatkan PAD dan pelayanan publik melalui berbagai inovasi.

"Best practices itu banyak. Pak Menteri juga sering menyebut kota-kota yang langsung melakukan langkah-langkah inovasi seperti Kota Malang dan Kota Pekanbaru," ungkapnya.

Selain memperkuat tata kelola pendapatan, Bima mengajak pemerintah daerah membangun identitas kota (city branding) yang kuat. Menurutnya, city branding bukan sekadar pencitraan, melainkan strategi untuk meningkatkan daya saing daerah, menarik investasi, mengembangkan pariwisata, dan pada akhirnya meningkatkan PAD. Ia menambahkan, pengembangan sport tourism juga menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan setiap daerah sesuai karakter dan potensi yang dimiliki. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas, dan pelaku kreatif perlu terus diperkuat.

Di akhir paparannya, Bima mengingatkan para kepala daerah agar menjaga integritas, memperkuat koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri, serta saling belajar dari praktik-praktik terbaik antardaerah. Menurutnya, kolaborasi dan kepemimpinan yang inovatif menjadi modal penting bagi pemerintah kota dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.