Veda Ega Pratama gagal finis pada Moto3 Belanda 2026 setelah mengalami kecelakaan di lap kedelapan. Insiden terjadi saat pembalap Indonesia itu tengah bertarung di barisan depan Sirkuit Assen, Minggu (28/6/2026). Veda sempat memimpin balapan sebelum akhirnya tersungkur di tengah duel ketat.
Meski spekulasi di media sosial menyebut Veda sengaja dijatuhkan rival, hingga Selasa (30/6/2026) belum ada bukti resmi yang mengarah ke kesengajaan. Keterangan pascalaga justru menunjukkan insiden lebih disebabkan oleh duel khas Moto3 yang berujung kesalahan teknis saat Veda berusaha bertahan di kelompok depan.
Veda start dari posisi ketujuh dan langsung tampil agresif. Dalam beberapa lap awal, ia merangsek ke depan, bersaing dengan David Almansa dan Maximo Quiles, bahkan sempat memimpin pada lap keempat. Namun karakter balap Moto3 yang rapat dan penuh slipstream membuat posisi terus berubah.
Memasuki lap ketujuh, posisi Veda tertekan setelah dikepung pembalap lain di lintasan lurus. Ia sempat terlibat senggolan dengan rider lain saat menjaga ritme. Tak lama kemudian, di Tikungan 4, Veda kehilangan kendali motornya dan mengalami highside yang mengakhiri balapannya.
Dalam penjelasan pascalaga, Veda mengakui dirinya melakukan kesalahan di tengah upaya bertahan pada kecepatan tinggi. Pengakuan itu memperjelas bahwa crash tidak otomatis berarti aksi kesengajaan dari pembalap lain, meski sebelumnya terjadi kontak dan duel keras.
Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memastikan Veda tidak mengalami cedera serius. Dari sisi tim, performa Veda tetap dipandang menjanjikan karena ia mampu menunjukkan kecepatan untuk bersaing dengan pembalap papan atas Moto3 2026 sebelum insiden menghentikan lajunya.
Istilah bahwa Veda "dibuat crash" atau "dijatuhkan sengaja" ramai beredar karena banyak penonton melihat insiden muncul setelah fase duel fisik dan persaingan agresif. Namun dalam konteks balap Moto3, senggolan ringan dan perubahan posisi cepat memang kerap terjadi, terutama saat banyak pembalap menempel ketat dalam satu paket.
Sampai saat ini, belum ada keputusan steward atau pernyataan resmi penyelenggara yang menyebut adanya pelanggaran spesifik dari pembalap lain. Narasi paling faktual adalah Veda mengalami crash setelah pertarungan sengit dan kontak di grup depan, lalu mengakui ada kesalahan saat mempertahankan motornya.
Bagi Veda, hasil di Assen tetap menyisakan satu hal penting: ia menunjukkan kapasitas untuk bertarung di level atas Moto3. Sebelum crash, ia bukan hanya ikut rombongan depan, tetapi juga sempat memimpin balapan. Fakta itu menjadi modal penting menuju seri berikutnya di Sachsenring, Jerman, ketika Veda berusaha bangkit.
Klasemen sementara Moto3 2026
Berikut posisi Veda dan pembalap lain setelah seri Belanda:
| Pos | Pembalap | Poin |
|---|---|---|
| 1 | Máximo Quiles | 211 |
| 2 | Álvaro Carpe | 121 |
| 3 | David Almansa | 109 |
| 4 | Brian Uriarte | 102 |
| 5 | Marco Morelli | 102 |
| 6 | Hakim Danish | 82 |
| 7 | Veda Pratama | 82 |
| 8 | Valentín Perrone | 79 |
| 9 | David Muñoz | 52 |
| 10 | Guido Pini | 48 |
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Jadi Tulang Punggung Honda di Klasemen Konstruktor Moto3 2026
Veda Ega Pratama Raih Poin Penting di Moto3 Inggris, Bos Honda Team Asia Angkat Topi
Veda Ega Pratama Petik Banyak Pelajaran dari Moto3 Inggris, Siap Bangkit di Aragon
Veda Ega Akui Masih Banyak Kesalahan, Bos Honda Team Asia Justru Puji Startnya di Moto3 Inggris