Meksiko vs Ekuador di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Suporter Bising Gangguan Istirahat Lawan

- Rabu, 01 Juli 2026 | 04:45 WIB
Meksiko vs Ekuador di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Suporter Bising Gangguan Istirahat Lawan

Tim nasional Meksiko akan menjamu Ekuador pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Estadio Azteca, Mexico City, Rabu (1/7/2026) pagi WIB. Laga ini dibayangi aksi provokatif ratusan pendukung Meksiko yang menggelar aksi bising di luar hotel tempat skuad Ekuador menginap di kawasan Santa Fe sejak Senin (29/6/2026) malam hingga Selasa (30/6/2026) dini hari waktu setempat.

Para suporter membawa jeriken, megafon, ember, simbal, motor, hingga wajan demi mengganggu istirahat skuad Ekuador setelah menempuh perjalanan sembilan jam. Aparat keamanan dengan tameng anti-huru-hara akhirnya membubarkan massa pada pukul 00.30 waktu setempat di tengah guyuran hujan deras.

Di lapangan, Meksiko membawa modal impresif setelah menyapu bersih fase grup tanpa kebobolan. Sementara itu, Ekuador lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik Grup E usai menumbangkan Jerman 2-1.

Faktor ketinggian Estadio Azteca yang berada di sekitar 2.200 meter di atas permukaan laut dinilai tidak akan menjadi kendala besar bagi Ekuador. Komisioner Sepak Bola Meksiko, Mikel Arriola, sempat menyebut ketinggian stadion dan dukungan suporter adalah keuntungan besar bagi El Tri. Namun, Ekuador sudah terbiasa bermain di Quito yang berketinggian 2.743 meter.

Pelatih Ekuador, Sebastian Beccacece, menegaskan kesiapan timnya dan menolak anggapan bahwa La Tri berada dalam posisi yang terlalu sulit meskipun harus bermain di hadapan publik Meksiko.

"Kami tidak melakukan persiapan apa pun terkait ketinggian. Mari percaya pada para pesepak bola ini, percaya pada apa yang telah kami kerjakan, dan percaya pada apa yang telah kami lakukan," kata Beccacece.

Pemenang dari pertandingan krusial ini dijadwalkan akan melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 untuk menghadapi pemenang dari laga antara Inggris melawan Republik Demokratik Kongo.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags