Trump Ancam Pengecer Bensin Turunkan Harga atau Hadapi Masalah Besar

- Selasa, 30 Juni 2026 | 21:20 WIB
Trump Ancam Pengecer Bensin Turunkan Harga atau Hadapi Masalah Besar

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada para pengecer bensin untuk segera menurunkan harga bahan bakar di pompa. Dalam pernyataan di platform Truth Social, Minggu (30/6/2026), Trump menegaskan bahwa praktik memperlambat penurunan harga bensin adalah ilegal dan mengancam akan ada "masalah besar" jika tidak dipatuhi.

Peringatan ini dipicu oleh ketidakseimbangan antara harga minyak mentah dunia yang turun drastis ke level USD68 per barel, namun harga BBM eceran belum turun secara proporsional. Trump meminta pengecer menetapkan target harga sekitar USD2,50 per galon, yang bahkan lebih rendah dari rata-rata harga sebelum konflik Iran.

"Pengecer bensin harus menurunkan harga mereka, SEGERA! Harga mereka terlalu tinggi mengingat harga minyak sekarang berada di USD68 per barel, dan terus menurun," tulis Trump. Ia juga mengkritik pajak bahan bakar di California yang dinilai terlalu tinggi dan membebani masyarakat.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari instruksi Trump kepada Departemen Kehakiman (DOJ) untuk menyelidiki dugaan kecurangan harga oleh perusahaan energi besar. Trump menyoroti kesenjangan antara harga minyak mentah yang sudah turun dan harga eceran yang masih tinggi.

Target Harga dan Kritik Pajak

Trump secara spesifik meminta pengecer menargetkan harga USD2,50 per galon. Angka ini berada di bawah rata-rata harga sebelum perang dengan Iran yang sempat memicu lonjakan harga. Ia juga menyentil California, meminta negara bagian itu memotong pungutan pajak bahan bakar yang dinilai tidak masuk akal.

"California harus berhenti mengenakan pajak yang begitu tinggi pada bensin mereka. Segera pajak akan lebih tinggi daripada harga produk itu sendiri," ujar Trump.

Investigasi DOJ dan Kesenjangan Harga

Peringatan Trump merupakan buntut dari instruksinya kepada DOJ untuk menyelidiki dugaan praktik kecurangan harga oleh perusahaan energi besar. Ia menyoroti bahwa harga minyak mentah sudah turun ke kisaran USD68 per barel, tetapi harga BBM eceran masih tertinggal.

Berdasarkan data pelacak bahan bakar nasional AAA, harga rata-rata bensin nasional saat ini berada di angka USD3,85–USD3,86 per galon. Sementara di California dan Hawaii, harga masih bertahan di atas USD5,40 per galon.

Konteks Pasar dan Geopolitik

Lonjakan harga BBM sebelumnya dipicu oleh konflik bersenjata antara AS-Israel dengan Iran yang meletus sejak Februari, mengganggu jalur distribusi minyak dunia di Selat Hormuz. Kini, meski harga minyak mentah mulai turun, pengecer dinilai lambat menyesuaikan harga eceran.

Pihak produsen energi dan pengamat pasar, seperti CFO Chevron, menyatakan bahwa terdapat jeda waktu rantai pasok dari penurunan harga minyak mentah hingga efeknya sampai ke SPBU. Namun, Trump menuntut penurunan segera dan memperingatkan konsekuensi jika tidak dipatuhi.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags