Pemerintah Jajaki Ekspor Telur dan Ayam ke Singapura di Tengah Surplus Produksi

- Selasa, 30 Juni 2026 | 21:15 WIB
Pemerintah Jajaki Ekspor Telur dan Ayam ke Singapura di Tengah Surplus Produksi

Pemerintah tengah menjajaki peluang ekspor telur dan daging ayam ke Singapura. Langkah ini diambil di tengah kondisi surplus produksi yang membuat harga kedua komoditas tersebut tertekan di pasar domestik.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan, kelebihan pasokan saat ini mendorong pemerintah mencari pasar alternatif agar produksi dalam negeri bisa terserap lebih optimal. "Memang telur dan daging ayam saat ini sedang surplus. Jadi ada kelebihan pasokan," kata Budi, Selasa, 30 Juni 2026.

Budi menjelaskan, penjajakan ekspor masih dalam tahap awal. Pemerintah masih mencari calon pembeli di Singapura. Setelah pembeli ditemukan, pemerintah akan mempertemukan mereka dengan produsen dalam negeri. "Memang belum ada pembeli, tetapi sudah kami jajaki agar bisa diserap di negara lain. Jadi ada peluang ekspor," ungkapnya.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga di tingkat peternak. Sebab, surplus produksi telah menekan harga telur dan daging ayam di bawah harga eceran tertinggi (HET).

Harga di Bawah HET

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), harga telur saat ini berada di kisaran Rp26 ribu per kilogram, lebih rendah dari HET Rp30 ribu per kilogram. Sementara harga daging ayam turun menjadi Rp36 ribu per kilogram dari HET Rp40 ribu per kilogram.

"Kalau dilihat di SP2KP, memang ada beberapa harga komoditas yang turun. Kemarin saya ke Banyumas juga melihat ada beberapa komoditas mengalami penurunan," papar Budi.

Selain surplus produksi, penurunan harga juga dipengaruhi berkurangnya serapan akibat liburnya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Budi, penghentian sementara program tersebut membuat permintaan terhadap telur dan ayam ikut menurun. "Memang salah satu faktornya karena MBG diliburkan, sehingga penyerapan berkurang," terangnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags