BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Sejumlah Pesisir Indonesia Akibat Super New Moon 11-27 Mei 2026

- Senin, 11 Mei 2026 | 11:25 WIB
BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Sejumlah Pesisir Indonesia Akibat Super New Moon 11-27 Mei 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau rob yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah pesisir Indonesia pada rentang waktu 11 hingga 27 Mei 2026. Peringatan ini disampaikan melalui kanal media sosial resmi lembaga tersebut, @infobmkg, sebagai respons terhadap fenomena astronomi yang akan terjadi.

Fenomena Super New Moon, yang merupakan fase bulan perigee bertepatan dengan bulan baru pada 17 Mei 2026, disebut-sebut menjadi pemicu utama peningkatan ketinggian air laut maksimum. Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, kondisi ini berpotensi memicu genangan di kawasan pesisir yang biasanya lebih rendah dari permukaan laut.

Pesisir Aceh menjadi salah satu wilayah yang perlu waspada. Banjir rob diprediksi terjadi di kawasan pesisir Lhokseumawe pada 13 hingga 19 Mei 2026. Sementara itu, di Sumatera Utara, genangan diperkirakan melanda pesisir Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan pada 14 hingga 20 Mei 2026.

Di Kepulauan Riau, potensi rob tersebar di sejumlah lokasi dengan jadwal berbeda. Pesisir Batam dan Bintan diperkirakan terdampak pada 16 hingga 22 Mei 2026. Adapun pesisir Dabo Singkep berpotensi mengalami banjir pada 11 Mei serta 19 hingga 25 Mei 2026. Wilayah Karimun, Tanjung Pinang dan Anambas, serta Natuna juga masuk dalam daftar dengan rentang waktu yang bervariasi antara pertengahan hingga akhir Mei.

Pesisir Sumatera Barat juga tidak luput dari peringatan ini. Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Agam, Pasaman Barat, hingga Kepulauan Mentawai yang mencakup Pulau Pagai, Siberut, dan Sipora diprediksi terdampak pada 15 hingga 18 Mei 2026. Di Jambi, banjir rob diperkirakan terjadi di pesisir Tungkal, Mendahara Ilir, Sabak Timur, Nipah, dan Sadu pada 19 hingga 23 Mei 2026.

Pesisir Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, dan Banten juga masuk dalam zona waspada. Di Lampung, sejumlah daerah seperti Bandar Lampung, Tanggamus, Lampung Selatan, Pesawaran, serta pesisir timur dan barat Lampung diperkirakan terdampak pada 16 hingga 21 Mei 2026. Di Banten, genangan diprediksi melanda pesisir utara Tangerang dan Serang, Selat Sunda bagian utara dan barat, hingga pesisir selatan Lebak dan Pandeglang pada rentang tanggal yang berbeda.

Jakarta, sebagai ibu kota, juga berpotensi mengalami banjir pesisir. Sebanyak sebelas lokasi di pesisir Jakarta mulai dari Kamal Muara, Kapuk Muara, Pluit, Ancol, hingga Tanjung Priok dan Muara Angke diperkirakan terdampak pada 14 hingga 21 Mei 2026. Di Jawa Barat, genangan diprediksi melanda pesisir Subang, Indramayu, Cirebon, Bekasi, Karawang, hingga sejumlah kabupaten di selatan Jawa Barat seperti Sukabumi, Garut, dan Pangandaran dengan jadwal yang bervariasi.

Jawa Tengah dan Jawa Timur juga menjadi perhatian. Di Jawa Tengah, wilayah seperti Cilacap, Kebumen, Purworejo, Semarang, Demak, Pekalongan, hingga Brebes dan Tegal diperkirakan terdampak pada beberapa rentang waktu di bulan Mei. Sementara itu, di Jawa Timur, pesisir Tuban, Lamongan, Gresik, Pelabuhan Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, hingga Banyuwangi masuk dalam daftar wilayah yang harus waspada.

Peringatan ini tidak hanya terbatas di Pulau Jawa. Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur juga berpotensi mengalami rob. Di Bali, pesisir selatan yang meliputi Gianyar, Badung, Denpasar, Tabanan, Klungkung, dan Jembrana diperkirakan terdampak pada 15 hingga 22 Mei 2026. Di NTB, pesisir Lembar dan Bima menjadi wilayah yang perlu diwaspadai pada 14 hingga 22 Mei 2026. Sementara di NTT, sejumlah pulau seperti Sumba, Flores-Alor, Timor-Rote, dan Sabu-Raijua diprediksi terdampak pada 16 hingga 21 Mei 2026.

Kalimantan juga tidak luput dari ancaman ini. Di Kalimantan Utara, pesisir Tarakan dan Nunukan-Sebatik diperkirakan terdampak. Di Kalimantan Timur, pesisir Balikpapan Timur dan Barat menjadi wilayah waspada. Sementara di Kalimantan Selatan, pesisir Kotabaru, Tanah Bumbu, Barito Kuala, Banjar, Banjarmasin, dan Tanah Laut masuk dalam daftar. Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat juga berpotensi mengalami genangan, termasuk di sebagian bantaran Sungai Kapuas.

Di Sulawesi, sejumlah wilayah seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Maluku juga diperkirakan terdampak. Di Sulsel, pesisir Selayar, Pinrang, Pangkep, Parepare, Sinjai, Kepulauan Takabonerate, hingga Makassar menjadi wilayah yang perlu diwaspadai. Di Sulut, pesisir Kepulauan Talaud, Minahasa Utara, Sangihe, Sitaro, hingga Manado dan Bolaang Mongondow masuk dalam daftar. Sementara di Maluku, pesisir Ambon, Maluku Tengah, Seram bagian timur, Kepulauan Kai, Aru, dan Tanimbar diperkirakan terdampak pada rentang waktu pertengahan hingga akhir Mei.

Papua Selatan juga menjadi wilayah terakhir yang disebutkan. Pesisir Kepulauan Merauke, Naukenjerai, Semangga, Okaba, Kimaam, Waan, Tabonji, Mappi, dan Agats diperkirakan mengalami banjir pesisir pada 17 hingga 24 Mei 2026.

Secara umum, banjir pesisir ini berpotensi mengganggu berbagai aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan kawasan pesisir. Aktivitas bongkar muat di pelabuhan, kegiatan sehari-hari di pemukiman pesisir, serta operasional tambak garam dan perikanan darat diprediksi akan terdampak. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga dalam mengantisipasi pasang maksimum air laut, serta terus memantau perkembangan informasi cuaca maritim yang dikeluarkan oleh lembaga tersebut.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar