Lima dari puluhan ribu calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar militer (latsarmil). Mereka adalah peserta pendidikan yang digelar pemerintah untuk menyiapkan pengelola toko kelontong koperasi di seluruh Indonesia.
Program ini menuai sorotan setelah foto-foto latihan beredar luas, memperlihatkan peserta menjalani baris-berbaris, latihan fisik, senam, yel-yel, hingga latihan menembak. Beberapa dokumentasi bahkan menunjukkan latihan kamuflase di lapangan.
Pemerintah menyatakan latsarmil bertujuan membentuk disiplin, ketahanan mental, jiwa kepemimpinan, dan nasionalisme. Selain materi militer, peserta juga mendapat pembekalan manajemen koperasi, kewirausahaan, dan operasional toko.
Namun, kematian lima peserta memunculkan pertanyaan mendasar: apakah pendidikan bergaya militer benar-benar relevan untuk calon manajer toko kelontong? Belum ada kejelasan mengenai pihak yang bertanggung jawab atas insiden ini.
Artikel Terkait
OJK: Debt Collector Pihak Ketiga TAFS Langgar SOP dalam Penarikan Mobil di Serang
Kemhan Pastikan Program Latsarmil bagi Peserta SPPI Tetap Berlanjut
Jembatan Kaca Seruni Point Bromo Resmi Dibuka, Tarif Rp50 Ribu per Orang
MilkLife Soccer Challenge Tambah Tiga Kota pada Musim Depan