Kemenangan bersejarah Mesir atas Selandia Baru 3-1 di Vancouver pada Minggu (21/6) menjadi catatan pertama The Pharaohs dalam sejarah 92 tahun partisipasi Piala Dunia. Namun euforia itu tak bertahan lama tim arahan Hossam Hassan justru dihadapkan pada persoalan nonteknis: penolakan izin penerbangan dari Vancouver ke Seattle menjelang laga penentu Grup G melawan Iran.
Kemenangan Perdana Mesir di Panggung Piala Dunia
Mohamed Salah menjadi aktor utama di balik kemenangan perdana Mesir di Piala Dunia sejak pertama kali tampil pada 1934. Liverpool FC andalan itu mencetak satu gol dan satu assist dalam laga yang berlangsung di BC Place, Vancouver.
Selandia Baru unggul lebih dulu lewat sundulan Finn Surman memanfaatkan tendangan pojok pada menit ke-15. Namun perlahan Mesir mengambil alih kendali permainan di babak kedua.
Mostafa Zico menyamakan kedudukan pada menit ke-58 lewat sundulan yang sempat mengenai sarung tangan kiper Max Crocombe. Tujuh menit berselang, giliran Salah yang memecah kebuntuan dengan tembakan kaki kiri ke pojok kiri bawah gawang setelah kerja sama apik bersama Zico.
Trezeguet menutup pesta gol Mesir pada menit ke-82 melalui sundulan dari tendangan sudut rendah yang dikirim Salah. Ini menjadi gol perdana Trezeguet di pentas Piala Dunia.
Penolakan Izin Terbang ke Seattle Guncang Persiapan Tim
Di tengah persiapan menghadapi Iran pada laga pamungkas fase grup, Mesir justru mendapat pukulan nonteknis. Pihak keamanan setempat menolak permohonan tim untuk terbang langsung dari Vancouver ke Seattle.
Pelatih Hossam Hassan mengonfirmasi bahwa otoritas keamanan tidak mengizinkan skuadnya menginap di Seattle sebagaimana direncanakan. Tim dipaksa kembali ke markas latihan di Spokane, Washington sekitar 450 kilometer di timur Seattle.
Keputusan ini memaksa Mesir menempuh perjalanan darat yang lebih panjang menuju Seattle. Padahal jadwal pemulihan pascapertandingan sangat vital mengingat padatnya kalender Grup G yang sebelumnya diwarnai tiga hasil imbang beruntun.
Laga Penentu Melawan Iran dan Peluang ke Babak 32 Besar
Mesir saat ini memuncaki klasemen Grup G setelah kemenangan atas Selandia Baru. Dengan tiga angka di tangan, The Pharaohs hanya butuh hasil imbang untuk memastikan tiket ke babak 32 besar.
Iran yang sebelumnya bermain imbang tanpa gol melawan Belgia berada di posisi kedua klasemen. Pertandingan di Seattle pada Jumat (26/6) ini diprediksi berlangsung ketat mengingat kedua tim sama-sama mengincar tiket ke fase gugur.
Salah menegaskan skuadnya tidak akan terpengaruh oleh dinamika logistik. "Ini adalah salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah," ujar pemain berusia 34 tahun itu usai laga melawan Selandia Baru. Ia juga memuji dukungan besar komunitas Mesir di Vancouver yang membuatnya merasa seperti bermain di kandang sendiri.
Artikel Terkait
Oracle PHK 21.000 Karyawan dalam Setahun, Beralih Fokus ke Kecerdasan Buatan
Cristiano Ronaldo Ukir Sejarah: Pemain Pertama Cetak Gol di Enam Edisi Piala Dunia
Test Post
Test Post Hamsah