Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Capai 1.200 Meter, Status Siaga Diperpanjang

- Selasa, 23 Juni 2026 | 07:20 WIB
Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Capai 1.200 Meter, Status Siaga Diperpanjang

Gunung Semeru di Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan erupsi yang terjadi pada Selasa pagi, tepatnya pukul 05.30 WIB. Berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru, kolom abu hasil erupsi tercatat mencapai ketinggian sekitar 1.200 meter di atas puncak, atau setara dengan 4.876 meter di atas permukaan laut. Kolom abu yang terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang itu terlihat condong ke arah selatan.

Erupsi ini terekam dalam seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 22 milimeter dan berlangsung selama kurang lebih 2 menit 17 detik. Hingga laporan diterbitkan, aktivitas erupsi masih terus berlangsung. Saat ini, status Gunung Semeru berada pada Level III atau Siaga, yang menandakan potensi bahaya masih mengancam di sekitar kawasan gunung.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Di luar radius tersebut, warga juga diminta untuk tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Langkah ini diambil karena kawasan itu berpotensi terdampak perluasan awan panas serta aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.

Sementara itu, PVMBG juga melarang aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Area tersebut dinilai rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar yang dapat mengancam keselamatan. Di sisi lain, masyarakat diingatkan untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar yang dapat mengalir di sepanjang sungai atau lembah yang berhulu di puncak gunung, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar juga disebut dapat terjadi di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar