Sebuah gol yang lahir dari kaki Lamine Yamal tidak sekadar membawa Spanyol meraih kemenangan telak, melainkan juga mengukir namanya dalam lembaran sejarah Piala Dunia 2026. Di usia yang genap 18 tahun 343 hari, pemain muda Barcelona itu berhasil menempatkan dirinya sejajar dengan legenda hidup sepak bola Brasil, Pele, setelah memecahkan rekor yang hampir tak tersentuh selama puluhan tahun.
Momen bersejarah itu tercipta dalam laga Grup H yang mempertemukan Spanyol dengan Arab Saudi. Yamal membuka keunggulan La Roja pada menit kesepuluh melalui skema serangan cepat. Umpan silang mendatar dari Mikel Oyarzabal disambut dengan pergerakan cerdas di dalam kotak penalti, dan penyelesaian akhirnya membuat kiper Arab Saudi, Mohammed Al-Owais, tak mampu berbuat banyak. Gol tersebut menjadi titik awal kemenangan meyakinkan Spanyol dengan skor akhir 4-0.
Namun, di balik hasil pertandingan yang dominan, catatan individu Yamal-lah yang menjadi sorotan utama. Ia tercatat sebagai pemain kedua dalam sejarah Piala Dunia FIFA yang mampu mencetak gol pembuka turnamen di usia 18 tahun atau lebih muda. Prestasi ini menyamai catatan legendaris yang dibuat oleh Pele pada Piala Dunia 1958, ketika pemain Brasil itu masih berusia 17 tahun dan mencetak gol ke gawang Wales. Sejak saat itu, hampir tidak ada pemain muda yang mampu mengulangi pencapaian tersebut hingga Yamal melakukannya di ajang yang digelar di Amerika Utara.
Pencapaian ini semakin mempertegas reputasi Yamal sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan dalam sepak bola modern. Di tengah persaingan ketat level tertinggi, ia mampu menunjukkan pengaruh besar, baik terhadap permainan tim maupun terhadap catatan sejarah kompetisi. Keberhasilannya juga menjadi simbol keberhasilan regenerasi skuad Spanyol. Tim asuhan Luis de la Fuente kini dihuni oleh banyak pemain muda berkualitas yang mampu tampil menentukan di panggung terbesar sepak bola dunia.
Setelah gol pembuka Yamal, Spanyol tampil semakin dominan. Oyarzabal kemudian menambah dua gol yang memastikan Arab Saudi tak memiliki peluang untuk bangkit sepanjang pertandingan. Penampilan impresif tersebut menunjukkan bahwa kekuatan Spanyol tidak hanya bertumpu pada satu pemain. Meski demikian, Yamal tetap menjadi sosok yang memberikan warna berbeda melalui kreativitas, kecepatan, dan ketajamannya di lini depan.
Ada satu catatan menarik lainnya dari kemenangan ini. Spanyol kini tercatat sebagai negara pertama yang memiliki dua pencetak gol berusia 18 tahun atau lebih muda dalam sejarah Piala Dunia. Sebelum Yamal, Gavi lebih dulu menorehkan prestasi serupa pada edisi 2022.
Meski terus mencuri perhatian, kondisi fisik Yamal masih menjadi perhatian tim pelatih. Sang pemain datang ke Piala Dunia 2026 setelah menjalani masa pemulihan cedera yang didapat saat membela Barcelona. Karena alasan tersebut, Luis de la Fuente memilih berhati-hati dalam mengelola menit bermainnya. Dalam dua pertandingan awal turnamen, Yamal belum dimainkan secara penuh demi menjaga kebugarannya tetap optimal hingga fase-fase krusial kompetisi.
Dengan usia yang masih sangat muda dan sederet rekor yang mulai dikumpulkan, Lamine Yamal kini bukan lagi sekadar pemain masa depan Spanyol. Ia telah menjelma menjadi salah satu tokoh penting yang menentukan perjalanan La Roja di Piala Dunia 2026.
Artikel Terkait
Kemnaker Proyeksikan 3,88 Juta Lapangan Kerja Hijau Tercipta pada 2026
China Masukkan 10 Entitas AS ke Daftar Hitam Ekspor, Balas Kebijakan Washington
Petugas Bagikan Masker dan Obat ke Warga Terdampak Asap Kebakaran Pabrik Sandal di Cipondoh
Perdana Menteri Belanda Minta Maaf Resmi atas Perlakuan Buruk terhadap Komunitas Maluku Selama 75 Tahun