Wakil Presiden Gibran Rakabuming menanam bibit kakao unggulan di lahan perkebunan PT Ebier Suth Cokran, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, pada Sabtu (20/6). Langkah ini diambil untuk memperkuat potensi perkebunan di wilayah timur Indonesia sekaligus mendorong industri kakao nasional yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Direktur Manajemen Pemasaran dan Komunikasi PT Ebier Suth Cokran, Febri Sumbung, menyatakan bahwa kunjungan Wapres menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mengembangkan sektor kakao di tanah air. Dalam keterangannya yang dikutip dari siaran resmi BPMI Sekretariat Wakil Presiden di Jakarta, Minggu, Febri mengungkapkan pesan penting yang disampaikan Gibran saat berada di lokasi.
“Wakil Presiden menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama kakao dunia, namun hal tersebut harus dibangun melalui peningkatan produktivitas, kualitas, hilirisasi, serta pengelolaan kebun yang ramah lingkungan,” ujar Febri.
Menurut Febri, Wapres juga mengingatkan bahwa pengembangan industri kakao tidak boleh hanya berfokus pada peningkatan produksi semata. Upaya tersebut harus berjalan beriringan dengan aspek keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat adat yang tinggal di sekitar kawasan perkebunan.
Gibran memberikan perhatian khusus terhadap rehabilitasi kebun melalui penerapan sistem agroforestri dinamik dan penanaman pohon naungan. Di sisi lain, ia menekankan perlunya penguatan kapasitas petani agar produk kakao Indonesia mampu bersaing di pasar global yang semakin ketat, terutama dalam hal keberlanjutan dan ketertelusuran produk.
Kegiatan penanaman ini menjadi bagian dari program percepatan rehabilitasi perkebunan kakao yang digagas pemerintah. Langkah tersebut sekaligus memperkuat posisi Papua Barat sebagai salah satu sentra kakao nasional, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.
Setibanya di lokasi, Wapres terlebih dahulu menerima penjelasan singkat mengenai program rehabilitasi yang dikelola oleh PT Ebier Suth Cokran, perusahaan milik Koperasi Ebier Suth Cokran. Ia kemudian berjalan menuju area penanaman untuk melakukan prosesi penanaman bibit kakao bersama para petani, mahasiswa, dan unsur pemerintah daerah.
Penanaman dilakukan secara serentak bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Bupati Manokwari Selatan Bernard Mandacan, serta perwakilan mahasiswa. Bibit yang ditanam merupakan kakao klon Trinitario varietas unggulan, yaitu CKR-40, CKR-13, CKR-14, dan CKR-12.
Kegiatan ini menjadi simbol percepatan program rehabilitasi kebun kakao Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Manokwari Selatan. Melalui program tersebut, sebanyak 2.000 hektare lahan akan dikelola untuk pengembangan kakao.
Rincian alokasi lahan menunjukkan bahwa 1.800 hektare dikelola oleh petani kakao Manokwari Selatan, sementara 200 hektare sisanya dikelola oleh Koperasi Ebier Suth Cokran. Lahan tersebut akan dikembangkan menjadi kebun kakao berbasis agroforestri yang berkelanjutan, dengan komposisi 1.200 hektare untuk lahan kakao dan 800 hektare sebagai kawasan konservasi.
Saat ini, sekitar 88 hingga 90 persen tenaga kerja di PT Ebier Suth Cokran berasal dari masyarakat adat Papua. Mereka terlibat dalam berbagai tahapan produksi, mulai dari pembibitan, budidaya, panen, hingga pengolahan pascapanen dan pengendalian mutu.
Artikel Terkait
Selebgram Adam Deni Gearaka Ditahan Polisi Usai Rusak Ruko dan Bawa Airsoft Gun di Cilincing
Haji Khusus 2026 Berjalan Tertib, Kemenag Pastikan Tak Ada Jemaah Berangkat Lewat Jalur Ilegal
Jerman Pastikan Tiket ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Comeback Dramatis atas Pantai Gading
Jokowi Minta PSI Kawal Pemerintahan Prabowo-Gibran Dua Periode, Demokrat: Kami Belum Bahas Pilpres 2029