Muhammad Yusuf Gagal ke Final Macau Open 2026 Usai Dikalahkan Kantaphon

- Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:15 WIB
Muhammad Yusuf Gagal ke Final Macau Open 2026 Usai Dikalahkan Kantaphon

Perjuangan tunggal putra Indonesia, Muhammad Yusuf, di ajang Macau Open 2026 harus terhenti di babak semifinal. Ia dipaksa mengakui keunggulan wakil Thailand, Kantaphon Wangcharoen, dalam pertandingan yang berlangsung di Macau East Asian Games Dome, Sabtu (20/6/2026).

Yusuf harus menyerah dalam dua gim langsung dengan skor 20-22 dan 15-21. Kekalahan ini memupus harapannya untuk melaju ke partai puncak turnamen bergengsi tersebut. Meski demikian, penampilannya sepanjang turnamen sempat mencuri perhatian dengan permainan yang menjanjikan.

Sejak awal gim pertama, Yusuf berusaha tampil maksimal. Namun, Kantaphon langsung memberikan tekanan sejak reli-reli awal dan berhasil unggul 8-4. Tertinggal angka tidak membuat Yusuf patah arang. Ia terus berupaya memangkas selisih poin dan menjaga asa untuk merebut kemenangan.

Perlawanan sengit Yusuf membuat pertandingan berlangsung ketat hingga poin-poin kritis. Sayangnya, pada momen penentuan, Kantaphon tampil lebih tenang dan berhasil merebut gim pertama dengan skor tipis 22-20. Hasil tersebut menjadi pukulan telak bagi Yusuf yang telah berjuang keras sepanjang gim pembuka.

Memasuki gim kedua, Yusuf mencoba bangkit dengan mengubah strategi menjadi lebih agresif. Ia berusaha mengambil inisiatif serangan untuk menekan pergerakan lawan. Akan tetapi, Kantaphon kembali menunjukkan konsistensi permainan yang solid. Wakil Thailand itu mampu menjaga keunggulan dan menyulitkan Yusuf dalam mengembangkan pola mainnya.

Saat interval gim kedua, Yusuf masih tertinggal 6-10. Kondisi tersebut membuat tugasnya semakin berat untuk membalikkan keadaan. Kantaphon terus menjaga momentum hingga akhir pertandingan dan akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 15-21.

Meski gagal melaju ke final, penampilan Muhammad Yusuf di Macau Open 2026 tetap menjadi modal berharga. Pengalaman bertanding melawan pemain top Asia seperti Kantaphon diharapkan dapat menjadi bekal untuk menghadapi turnamen-turnamen berikutnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar