AS Cabut Blokade Maritim terhadap Iran, Tandatangani MoU Akhiri Konflik

- Jumat, 19 Juni 2026 | 10:25 WIB
AS Cabut Blokade Maritim terhadap Iran, Tandatangani MoU Akhiri Konflik

Angkatan Laut Amerika Serikat secara resmi menghentikan blokade terhadap seluruh kapal yang melintas di pelabuhan dan wilayah pesisir Iran. Keputusan ini diambil berdasarkan perintah langsung Presiden Donald Trump, menandai babak baru dalam dinamika hubungan kedua negara yang sebelumnya berada dalam ketegangan militer.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan bahwa pasukan AS tidak lagi menghalangi transit kapal dari atau menuju pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman. “Hari ini, pasukan AS mencabut blokade terhadap semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, sesuai dengan perintah Presiden,” demikian pernyataan resmi CENTCOM yang diunggah melalui media sosial X, Jumat (19/6/2026).

Dalam pernyataan terpisah, CENTCOM menegaskan bahwa seluruh upaya penegakan blokade militer telah dihentikan. Meski demikian, kapal-kapal Angkatan Laut AS tetap berada di kawasan tersebut untuk memastikan kepatuhan terhadap seluruh aspek perjanjian yang telah disepakati. “Kapal-kapal Angkatan Laut kami yang hebat akan tetap berada di wilayah tersebut untuk memastikan bahwa semua aspek perjanjian dipatuhi, ditaati, dan berlaku sepenuhnya,” imbuh pernyataan tersebut.

Pencabutan blokade ini merupakan bagian dari nota kesepahaman (MoU) antara Amerika Serikat dan Iran yang bertujuan mengakhiri perang di Timur Tengah. Dokumen kesepahaman itu ditandatangani oleh Presiden Trump saat makan malam bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Versailles, menyusul pertemuan KTT G7 pada Rabu (17/6) malam waktu setempat. “Baru saja menandatanganinya,” ujar Trump kepada awak media saat meninggalkan istana, sebagaimana dilansir AFP.

Di sisi lain, pemerintah Iran turut mengonfirmasi bahwa mereka telah menandatangani dokumen kesepakatan serupa untuk mengakhiri konflik bersenjata dengan Amerika Serikat. Langkah ini menjadi sinyal positif bagi upaya diplomasi yang selama ini dinanti oleh komunitas internasional.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini