Pria 71 Tahun Ditemukan Tewas Setelah Lima Hari Hilang Terseret Arus Sungai di Soppeng

- Jumat, 19 Juni 2026 | 08:00 WIB
Pria 71 Tahun Ditemukan Tewas Setelah Lima Hari Hilang Terseret Arus Sungai di Soppeng

Seorang pria lanjut usia di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang selama lima hari saat hendak menyeberangi sungai menuju kebunnya. Korban bernama Hatta Dg Manessa, berusia 71 tahun, diduga terseret arus sungai di Desa Abbanuange, Kecamatan Lilirilau, pada Jumat, 12 Juni 2026, sekitar pukul 17.30 Wita.

Tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban pada Rabu, 17 Juni 2026, pukul 15.50 Wita, setelah operasi pencarian yang melibatkan Basarnas, BPBD, TNI, Polri, pemerintah setempat, serta keluarga dan masyarakat setempat. Penemuan ini sekaligus mengakhiri pencarian yang telah berlangsung sejak hari pertama korban dilaporkan hilang.

Kasi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, membenarkan bahwa korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Setelah dievakuasi, jenazah korban diidentifikasi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

“Betul, sudah ditemukan. Korban meninggal dunia,” ujar Andi Sultan, Kamis, 18 Juni 2026.

Hatta ditemukan sekitar 1,6 kilometer dari rumahnya. Titik penemuan berada pada jarak 358 derajat dari titik awal pencarian yang menjadi acuan tim di lapangan. “Ditemukan sekitar 1,6 kilometer dari rumahnya, 358 derajat dari titik awal pencarian,” kata Andi Sultan.

Komandan Pos SAR Bone, Masrur, menyatakan bahwa operasi pencarian resmi ditutup setelah korban berhasil ditemukan. Penutupan dilakukan karena target pencarian sudah terpenuhi oleh tim gabungan. “Dengan ini operasi pencarian ditutup secara resmi,” tegas Masrur.

Pada hari-hari awal pencarian, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Memasuki hari ketiga, pencarian masih nihil meskipun sejumlah jalur yang dicurigai sudah disisir. Tim SAR gabungan kemudian membagi pencarian dalam dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas jangkauan di area aliran air, jalur darat, dan kawasan kebun.

SRU 1 menyisir jalur darat ke arah hilir irigasi melalui rute yang diduga dilalui korban. Tim menyisir sekitar lima kilometer untuk mencari tanda-tanda keberadaan Hatta di sekitar aliran air. “Tim menyisir sepanjang kurang lebih lima kilometer untuk mencari tanda-tanda keberadaan korban di sekitar aliran air dan area sekitarnya,” ujar Masrur.

Sementara itu, SRU 2 menyisir kawasan kebun dan sejumlah titik yang dicurigai menjadi lokasi korban. Pencarian dilakukan dalam radius sekitar tiga kilometer dari titik terakhir yang diperkirakan dilalui korban. “Pencarian dilakukan dalam radius sekitar tiga kilometer dari titik yang diperkirakan terakhir dilalui korban,” lanjutnya.

Cuaca selama proses pencarian cukup mendukung dan tidak menjadi kendala bagi tim. Meski begitu, korban baru ditemukan setelah lima hari operasi pencarian berlangsung. Peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi warga yang beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat harus menyeberang menuju kebun.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar